Ramadan 2016
Nur Diana Tempuh Puluhan Kilometer demi Belajar Alquran Braile
Bahkan suaranya merdu saat melantunkan kalimat-kalimat Alquran. Katanya, ia tergolong cepat mahir membaca Alquran.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi indera penglihatan yang terbatas tak menyurutkan semangat Nur Diana Nainggolan untuk terus belajar. Tuna Netra ini rela menempuh jarak puluhan kilometer demi belajar dan mahir membaca ayat-ayat suci Alquran.
Kediaman Nur Diana di Jalan Garu II, Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas terhitung cukup jauh ke tempat ia bisa belajar membaca Alquran di Kantor Persatuan Tuna Netra Indonesi Sumatera Utara (Pertuni Sumut) di Jalan Sampul. Ia terpaksa dituntun untuk pergi naik Angkutan Kota ke Jalan Sampul yang berada di Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan. Hal ini ia jalani karena hanya di Pertuni Sumut ada fasilitas Alquran Braille, Alquran khusus bagi tuna netra.
"Kemari biasa saya biasanya naik angkot. Saya sama teman, tadi juga ada anak kecil yang sama saya datang ke mari. Sudah ada lima tahun saya seperti ini," kata Nur Diana di Kantor Persatuan Tuna Netra Indonesia Sumatera Utara (Pertuni Sumut) di Jalan Sampul, Kamis (9/6/2016)
Kegiatan tadarus Alquran rutin ia jalani setiap hari Kamis per pekan. Apalagi selama Ramadan kegiatan seperti ini bakal diperbanyak dan lebih khusus.
Kini Nur Diana sudah mahir membaca Alquran. Bahkan suaranya merdu saat melantunkan kalimat-kalimat Alquran. Katanya, ia tergolong cepat mahir membaca Alquran.
"Alhamdulillah dua bulan sudah bisa baca. Kesulitannya, harus pelajari huruf Arab sama Bahasa Indonesia yang jelas beda," kata Ibu anak empat ini
Kenang Nur Diana, keinginannya belajar membaca Alquran karena malu kepada anak-anaknya. Sebab, di rumah hanya dirinya yang belum bisa membaca Alquran.
"Di rumah, anak-anak udah pada pandai baca Alquran, jadi ya saya malu, ya belajar lah," kata Nur Diana
Sebagai tuna netra, Nur biasa Nur Diana Naingolan karib disapa memiliki harapan khusus kepada pemerintah Kota Medan. Keterbatasan membuat mereka kurang produktif dalam hal ekonomi, hal itu juga berimbas kepada tuna netra yang memiliki keluarga dan anak-anak yang harus disekolahkan.
"Kalau bisa tuna netra bisa diperhatiakan ekonominya. Soalnya pada punya anak untuk sekolah," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nur-diana-nainggolan_20160609_125035.jpg)