Kisah Jimmy Siahaan yang Miliki Ribuan Barang Antik

Tidak jarang Jimmy Lassang Manahara Siahaan menolak pembeli yang ingin membeli benda antik miliknya.

Tribun Medan/ Hendrik Fernandes
Jimmy Lassang Manahara Siahaan menunjukkan salah satu koleksi benda antiknya dari suku Batak yang berupa pembelah buah pinang di kediamannya jalan Suprapto Nomor 11, Sabtu (11/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Fernandes

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Barang antik memiliki karisma tersendiri bagi para kolektor. Seperti halnya Jimmy Lassang Manahara Siahaan. Pria kelahiran Aceh 31 Mei 1953 ini mengaku mengoleksi benda antik sejak usia remaja.

Ditemui www.tribun-medan.com di kediamannya jalan Suprapto nomor 11 Medan, Sabtu (11/6/2016). Jimmy Lassang Manahara Siahaan bercerita mengenai awal mula kecintaannya terhadap benda antik.

"Pada awalnya saya mengoleksi mainan unik. Saat itu usia saya masih belasan tahun. Saya melihat unik itu dari bentuknya, harus berbeda dari benda lain. Dan kebiasaan itu terus berlanjut hingga saya kuliah arsitektur di ITB tahun 1970'an. Di bandung saya mulai koleksi benda-benda mebel yang unik dan bersejarah. Benda pertama itu sebuah kursi yang sampai sekarang masih saya simpan," tutur Jimmy Lassang Manahara Siahaan.

Dirinya juga mengakui tidak sedikit teman-temannya yang menganggap hobinya itu aneh.

"Teman-teman sering bilang untuk apa barang-barang tua itu dikumpulin, kan ada yang baru. Saya langsung jawab kalau barang lama ini berbeda dari barang baru. Mereka punya seni yang tidak ternilai. Dan di tahun 1980'an saya termasuk sepuluh besar kolektor barang antik terbanyak di Pulau Jawa," katanya bangga.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan dana hobinya ini. Tidak jarang Jimmy menjual benda antiknya untuk dapat membeli benda antik yang lebih bernilai.

"Sangat sayang sebenarnya dijual, karena proses mendapatkannya rumit. Tapi itulah sisi menariknya. Lantas saya jual supaya bisa beli yang lebih unik lagi. Saya punya koleksi benda antik paling tua produksi tahun 1800'an. Rata-rata barang bagus sulit didapat. Saya beli bukan dari toko tapi dari rumah penduduk. Ada yang lucu, penduduk sering tidak jual barangnya ke saya tapi sama orang lain dijual. Saya langsung beli dari orang yang mendapatkan itu. Walaupun harga pasti semakin mahal," jelas Jimmy Lassang Manahara Siahaan.

"95 persen barang antik saya beli dari pulau Jawa. Ujung ke ujung pulau Jawa sudah saya jalani dan mayoritas paling banyak dari Surabaya. Paling mahal benda antik yang saya beli itu sebuah lemari pada tahun 1990 dengan harga Rp 25 juta. Usia lemari tersebut sudah ratusan tahun dan masih kokoh hingga sekarang. Kalau ada yang mau beli lemari itu ratusan juta rupiah saya tidak akan pernah jual," sambung Jimmy Lassang Manahara Siahaan.

Tidak jarang Jimmy Lassang Manahara Siahaan menolak pembeli yang ingin membeli benda antik miliknya.

"Benda antik saya ini beberapa memang tidak dijual. Tapi tiba-tiba ada yang langsung keluarkan uang sampai Rp 40 juta. Saya tetap gak kasih. jadi semakin banyak orang yang bilang saya aneh," turutnya sambil tersenyum.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved