Ramadan 2016

Bulan Puasa, Atlet Tinju Fokus Penyempurnaan Teknik

Bulan puasa bukan menjadi penghalang bagi atlet tinju Sumatera Utara yang akan bertandjng di Pekan Olahraga Nasional

Tayang:
Tribun Medan / Nikson
Pelatih Tinju, Irianto Bakti saat melatih atlet didikannya. Atlet tinju Sumatera Utara yang akan bertanding di PON melakukan latihan di Lapangan Merdeka, tepat di belakang pos polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bulan puasa bukan menjadi penghalang bagi atlet tinju Sumatera Utara yang akan bertandjng di Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk tetap melakukan latihan.

Bahkan perbedaan antara bulan puasa dan sebelum bulan puasa tidak ada perbedaan.

Dalam seminggu atlet tinju berlatih sebanyak sepuluh sesi. Per harinya terdiri dari dua sesi yaitu pukul 07.00 sampai 09.30 kemudian sore pukul 16.00 WIB.

Pelatih tinju Sumatera Utara, Irianto Bakti mengatakan, saat ini atlet didikannya sedang fokus berlatih untuk persiapan khusus. Tujuannya untuk menyempurnakan teknik dalam bertinju.

"Misalnya dalam latihan dasar yang dijalani selama ini bisa dipraktikkan dalam sparing partner. Tak hanya mempraktikkan tapi juga menyempurnakan pukulan ," katanya saat diwawancarai di Lapangan Merdeka, Senin (13/6/2016)

Untuk menyempurnakan pukulan itu, atlet juga harus berlatih mengangkat beban dengan cara barbel, dombel 5 kg, bempres 40 kg. Semua untuk menguatkan otot tangan.

"Nah kalau sering mengangkat beban maka, bisa menambah stamina dan kekuatan lengan atlet. Nah cara itulah yang kami lakukan agar bisa meningkatkan kekuatan lengan atlet ," katanya.

Ia menjelaskan contoh dasar penyempurnaan pukulan misalnya ialah akurasi pukulan, power, strategi dalam menghadapi lawan. Tak hanya itu, tapi juga tingkat emosi atlet juga diperhitungkan.

"Karena jika emosinya tidak dikontrol maka bisa kalah. Intinya jangan emosi pemain atau petinju lain, " katanya.

Ia menjelaskan, setiap atlet harus memiliki kesabaran ketika sedang bertanding. Karena ketika sedang di atas ring atlet harus sabar dalam menghadapi lawan.

Mereka harus mencari titik kelemahan lawan. Apakah langsung di KO-kan dalam dua atau tiga ronde saja. Atau jika tidak imbang maka harus menunggu lawan agar lelah baru akan segera dilakukan serangan akhir.

(nik/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved