BBPOM Medan Paparkan Temuan Serum Antitetanus Palsu

Dari hasil penyidikan yang mereka kembangkan, pelaku memalsukan serum dengan cara mengganti label serum.

BBPOM Medan Paparkan Temuan Serum Antitetanus Palsu
Tribun Medan/Abul Muamar
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Ali Bata Harahap menunjukkan sampel serum antialergi yang dipalsukan menjadi serum antitetanus, di kantornya di Jalan Pancing, Rabu (29/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) belum menemukan satupun sampel vaksin palsu yang dikabarkan telah beredar di Medan.

Namun, secara mendadak, BBPOM Medan memaparkan hasil temuan serum palsu yang mereka temukan tahun 2014. Serum palsu yang mereka temukan adalah diphenhydreamine (serum anti alergi) yang dipalsukan menjadi serum antitetanus.

Dari hasil penyidikan yang mereka kembangkan, pelaku memalsukan serum dengan cara mengganti label serum.

"Modusnya diganti label. Ini bukan vaksin. Ini diphenhydreamine (serum anti alergi). Harganya per botol Rp 2.000. Kemudian dilabeli serum anti tetanus serum. Dijual jadi Rp 120.000 per botol. Kalau harga ATS (antitetanus serum) yang asli sekitar Rp 140.000. Oleh yang bersangkutan, diphenhydreamine dibeli. Kemudian dia beri cetak label ATS. Kemudian dia kasih label ATS," ujar Kepala BBPOM Medan, Ali Bata Harahap, dalam jumpa pers di Kantor BBPOM Medan, Jalan Pancing, Rabu (29/6/2016).

BBPOM memaparkan temuan mereka agar masyarakat juga awas terhadap penjualan serum palsu, di samping vaksin palsu yang saat ini gencar diberitakan oleh media massa.

"Jangan salah ya. Ini bukan vaksin. Ini diphenhydreamine (serum anti alergi), yang dibeli label ATS (anti tetanus serum). Ini temuan 2014," katanya.

Serum antitetanus palsu tersebut awalnya mereka temukan dari rumah seorang tersangka berinisial DS pada tanggal 11 Februari 2014 di Medan. DS, kata Ali, merupakan tersangka yang melakukan penggantian label serum.

Dari tersangka, petugas selanjutnya melakukan uji laboratorium. Hasil temua menunjukkan bahwa serum tersebut palsu.

Dari DS, petugas BBPOM selanjutnya melakukan pengembangan ke Kota Binjai dan menemukan tersangka lainnya, yakni HI, di rumahnya. Di rumah HI, petugas menemukan 106 ampul ATS injeksi dan label ATS injeksi yang dipalsukan.

"Kedua tersangka sudah dilimpahkan ke penegak hukum," kata Ali.

Selanjutnya, dari tersangka DS pula, petugas BBPOM memeriksa Apotek MR milik tersangka RS. Tersangka RS pun telah menjalani proses hukum.

Selain itu, pada tanggal 23 April 2015, diawali dari pemeriksaan di sebuah rumah sakit di Padanglawas, petugas BBPOM juga menemukan ATS injeksi palsu dari tersangka WA, yang diperoleh dari penjual freelance dari Riau.

"Para tersangka sudah diproses secara hukum," ujar Ali. (amr/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved