Breaking News:

Ramadan 2016

Gereja Protestan Beri Bantuan Kebutuhan Lebaran Anak Yatim di Ambon

Bulan suci Ramadhan ini tidak hanya dimanfaatkan umat Islam untuk saling berbagi, tetapi juga oleh non muslim untuk menunjukan kepedulian

Editor: akb lama
Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Sekretaris Departemen Semesta Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pendeta Hendrik Hetari bersama pimpinan Panti Asuhan Al Anshor serta puluhan anak yatim berpose bersama usai penyerahan bantuan paket sembako di panti asuhan tersebut, Kamis (30/6/2016) 

TRIBUN-MEDAN.com, AMBON - Bulan suci Ramadhan ini tidak hanya dimanfaatkan umat Islam untuk saling berbagi, tetapi juga oleh non muslim untuk menunjukan kepedulian terhadap muslim yang membutuhkan.

Misalnya yang dilakukan oleh anggota Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM). Mereka membagikan paket bahan makanan kepada anak yatim di dua panti asuhan di kota itu.

Melalui Departemen Pengembangan Oikumene Biro Hubungan Agama, gereja menyerahkan paket sembako kepada Yayasan Al-Anshor dan Yayasan Pendidikan Nurul Ikhlas, di kawasan Air Besar, Ambon, Kamis (30/6/2016).

Bantuan ini untuk meringankan beban kaum duafa yang akan merayakan Idul Fitri 1437 Hijriyah. Paket bahanan makanan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, susu dan gula pasir.

Tak hanya itu paket itu juga menyediakan sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, hingga sabun cuci dan juga peralatan tulis siswa.

Sekretaris Departemen Semesta Sinode GPM, Pendeta Hendrik Hetari mengatakan, pemberian santunan kepada dua Yayasan Islam ini bertujuan untuk membangun kehidupan bersama dalam kasih dan saudara serta menjalin tali silaturahmi.

"Jadi ini untuk membangun kehidupan bersama dalam kasih dan saudara. Kita ingin melihat gereja sebagai milik bersama dan ini aplikasinya," kata Hendrik.

Menurutnya, kepedulian antar umat beragama ini merupakan implementasi dari hidup orang basudara di Kota Ambon dan juga Maluku pada umumnya.

"Kami ingin berbagi kasih dengan anak-anak ini sebagai tanda hidup orang basudara. GPM membuat warna baru bahwa gereja kami adalah gereja basudara. Ini adalah tanggung jawab yang luar biasa. Kami mau bilang tanggung jawab ini bukan hanya milik penanggung jawab yayasan saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak Maluku untuk menjadi lebih cerdas," katanya.

Hendrik mengatakan, kegiatan sosial seperti ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, melainkan akan diupayakan untuk diterapkan secara berkala.

Dia berharap, dengan bantuan ini, anak yatim di dua panti asuhan tersebut dapat bergembira di hari Lebatan nanti.

Sementara itu, penanggung jawab Yayasan Al-Anshor, ustaz Abu Imam Rumbara sangat terharu dengan sikap hidup orang basudara oleh basudara Kristiani yang ditunjukan Sinode GPM melalui pemberian paket bahan makanan.

"Ini sangat luar biasa, saya sangat terharu dengan apa yang terjadi hari ini," ungkapnya.

Yayasan Al-Anshor memiliki 153 santri, terdiri dari 74 laki-laki dan 79 perempuan. Dia berharap agar jalinan silaturahmi dengan Sinode GPM akan terus terpelihara.

Sementara Yayasan Pendidikan Nurul Ikhlas memiliki 75 santri yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

"Kami mengelola kebutuhan dan pendidikan anak-anak di yayasan ini dari jenjang SD, SMP dan SMA," kata salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Nurul Ikhlas, Nurul Nurhidayat.

Dia sangat menghargai bantuan yang diberikan oleh Sinode GPM karena sangat membantu yayasan ini.

"Saya sangat menghargai jalinan silaturahmi dari saudara-saudara Kristiani sekalian. Kami di sini bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dan juga pendidikan anak-anak, dan bahkan ada yang sudah menjadi PNS," katanya. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved