Pasca-kudeta, Pemerintah Turki Pecat 15.000 Dosen

Lebih dari 15.000 pegawai pendidikan di Turki dipecat setelah gagalnya kudeta militer pekan lalu. Demikian disampaikan Kementerian Pendidikan Turki,

Pasca-kudeta, Pemerintah Turki Pecat 15.000 Dosen
AFP / OZAN KOSE
Tentara Turki berjaga dengan senjata di Taksim Square, saat sejumlah orang memprotes melawan kudeta militer di Istanbul, Sabtu (16/7/2016) waktu setempat. Upaya kudeta terjadi pada Jumat malam setelah militer mengeluarkan pernyataan telah mengambil alih kekuasaan untuk mengembalikan aturan dan demokrasi di negeri itu.

TRIBUN-MEDAN.com, ISTANBUL - Lebih dari 15.000 pegawai pendidikan di Turki dipecat setelah gagalnya kudeta militer pekan lalu. Demikian disampaikan Kementerian Pendidikan Turki, Selasa (19/7/2016).

"Sebanyak 15.200 pegawai negeri diberhentikan dan investigasi terhadap mereka sedang dilakukan," demikian Kementerian Pendidikan Turki.

Kementerian Pendidikan menyebut, mereka yang diberhentikan adalah yang terkait dengan Organisasi Teroris Fethullah (FETO), sebutan pemerintah Turki untuk para pengikut ulama Fethullah Gulen yang kini mengasingkan diri di AS.

Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menuding Fethullah Gulen dan pengikutnya berada di belakang upaya kudeta yang menewaskan hampir 300 orang dan melukai ribuan orang lainnya.

"Investigasi terhadap mereka yang diduga terkait FETO sedang dilakukan," tambah kementerian tanpa memberi rincian lebih jauh soal pemecatan ini.

Sementara itu, Badan Pendidikan Tinggi Turki mendesak pengunduran diri 1.577 dekan universitas. Demikian dikabarkan kantor berita Anadolu.

Di antara para dekan itu, 1.176 berasal dari universitas negeri dan 401 orang adalah para pengajar di berbagai universitas swasta.

Sejak gagalnya kudeta militer pekan lalu, sekitar 9.000 orang termasuk petugas polisi, kehakiman dan pegawai pemerintah dipecat.

Sementara, sebanyak 7.500 orang ditahan termasuk para jenderal yang dituding mendalangi upaya kudeta tersebut.(*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved