Ngopi Sore

Sri Mulyani dan Princess Puan

Selain Sri Mulyani, ada tujuh nama menteri baru. Total terdapat 13 perubahan.

Sri Mulyani dan Princess Puan
INTERNET
SRI Mulyani 

DARI sekian banyak lagu dangdut campur sari, satu yang paling saya suka adalah Sri Minggat, diciptakan Sonny Josz dan dinyanyikan dengan beragam cara oleh sekian puluh penyanyi, di antaranya termasuk Didi Kempot.

Saya tidak terlalu ingat sejak kapan saya mulai suka lagu ini. Tapi saya ingat persis kapan saya mulai semakin suka. Enam tahun lalu, di bulan Mei, tatkala Sri Mulyani Indrawati mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan dua hari berselang, di Kompas, Romo Sindhunata menuliskan esai memukau dengan mengutip satu bait syairnya sebagai judul.

Sri.., kapan kowe bali? Iya, Sri, kapan kau pulang, demikian tanya tokoh dalam lagu: seorang suami yang ditinggal pergi istrinya, yang beralasan ke pasar untuk beli terasi tapi ternyata tak kunjung kembali.

Tapi Sri Mulyani Indrawati tentu tidak pergi untuk membeli terasi. Bahkan sesungguhnya dia tidak minggat. Dia pergi baik-baik, permisi, dan kabar kepergiaannya disampaikan secara dramatis oleh presiden waktu itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Sri Mulyani pergi untuk menerima penunjukan dirinya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Selentingan yang sempat beredar ketika itu, ketertarikan Bank Dunia terhadap Sri Mulyani menjadi kabar melegakan bagi SBY yang sedang terjepit oleh situasi politik tidak menguntungkan. Terutama menyangkut isu skandal dana talangan Bank Century. Sri Mulyani saat itu terus dicecar oleh kubu oposan. Keyakinan mereka, apabila Sri Mulyani terjerat, SBY akan ikut jatuh.

Teori lain menyangkut konspirasi. Sri Mulyani disingkirkan karena sepakterjangnya dalam melakukan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan dan jajaran, serta pemberesan- pemberesan pajak dan pabean. Konon, banyak pihak --pejabat dan pengusaha-- yang merasa gerah dan terganggu.

Mana yang benar, tidak tahu. Pastinya, Sri Mulyani meninggalkan Indonesia dan berkantor di New York dan hari-hari pun berlalu dan kasak-kusuk seputar dana talangan ikut mengabur, berganti isu lain dengan teknik penggorengan tertentu selalu bisa mencuat jadi kehebohan. Sampai tahun 2014. Sampai SBY digantikan Joko Widodo (Jokowi). Sampai masa tugas Sri Mulyani berakhir dan Jokowi memanggilnya untuk mengisi kembali pos yang ia tinggalkan enam tahun lalu.

Pintu masuk bagi Sri Mulyani adalah perombakan kabinet. Jokowi, yang belum genap memerintah dua tahun bersama Jusuf Kalla, melakukan perombakan terhadap komposisi pembantu-pembantunya. Tidak tanggung-tanggung, selain Sri Mulyani, ada tujuh nama menteri baru. Total terdapat 13 perubahan. Lima posisi lain diisi menteri lama atau menteri atau pejabat setingkat menteri yang bertukar tempat.

Secara umum, pasar bereaksi positif. Setidaknya ini ditunjukkan dengan kestabilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau. Satu jam setelah para menteri baru dilantik, Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 1,5 persen. Di lain sisi, rupiah juga menguat tipis ke angka Rp 13.123 per satu dolar Amerika. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sangat ramai dengan dana asing yang masuk terbilang lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya. Hingga ditutup, total transaksi saham hari ini mencapai Rp10,14 triliun dengan Rp 8,62 triliun tercatat di pasar reguler saja.

David Sumual, Chief Economist Bank Central Asia, dalam wawancara dengan Reuters, menyebut bahwa Jokowi telah menunjuk orang-orang dengan kualitas tinggi untuk membentuk "dream team". Dan tim ini tidak dapat mencapai level tersebut tanpa Sri Mulyani, yang penunjukannya sekaligus menambah solid sentimen positif terhadap kebijakan tax amnesty. Atas perombakan ini, terutama di bidang ekonomi, dua lembaga analisis, JP Morgan dan Macquarie, memberikan rating overweight terhadap Indonesia.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved