Mungkinkah Lapangan Merdeka Kembali Menjadi Titik Kumpul Seperti Dulu?

Admin Komunitas Arsitek Medan Indonesia (KAMI) Tony Kho menyebutkan bahwa penetapan Lapangan Merdeka sebagai alun-alun dan titik kumpul

Penulis: Hendrik Naipospos |
Tribun Medan / doc
Lapangan Merdeka jaman dulu 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Fernandes

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Admin Komunitas Arsitek Medan Indonesia (KAMI) Tony Kho menyebutkan bahwa penetapan Lapangan Merdeka sebagai alun-alun dan titik kumpul merupakan rancangan tata kota yang jenius.

Ia menyebutkan bahwa area Kesawan yang sarat bisnis, dan Balai Kota yang mencangkup politik dipertemukan di Lapangan Merdeka. Hal ini juga didukung dengan keberadaan Kantor Pos.

"Belanda merencanakan ini. Tokoh ekonomi dan berpolitik berdiskusi. Kalau mereka sudah ngobrol pasti ada keputusan. Keputusan itu langsung diinformasikan melalui kantor pos. Sederhana prosesnya. Ini jenius," Sebut Tony Kho kepada www.tribun-medan.com, Sabtu (26/7/2016).

Ia menyebutkan sudah saatnya fungsi Lapangan Merdeka dikembalikan seperti awal pendiriannya. Tony menegaskan bahwa Medan tidak memiliki titik kumpul.

"Kalau kita lihat Lapangan Benteng dan Lapangan Merdeka seharusnya dijadikan titik kumpul. Tapi Lapangan Benteng milik TNI. Lapangan Merdeka sebaiknya dikembalikanlah. Kita mau kumpul outdoors bukan ke mall. Lapangan Merdeka harus dijadikan full area olahraga, dan bermain. Jadi semua Suku dan Agama berbaur. Fasilitas bersamalah yang harus dibangun bukan restoran berjejer seperti sekarang," sebut Tony mengakhiri.

(Cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved