Kapolri Hadirkan Kultur Baru jika Bentuk Tim Independen soal "Curhat" Freddy Budiman

Kesaksian Freddy, menurut Haris, disampaikan saat memberikan pendidikan HAM kepada masyarakat pada masa kampanye Pilpres 2014.

Kapolri Hadirkan Kultur Baru jika Bentuk Tim Independen soal
Kristian Erdianto
Kapolri Tito Karnavian. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Kelompok masyarakat sipil berharap Polri membentuk tim independen untuk menelusuri informasi yang disampaikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Haris Azhar, mengenai pernyataan bandar narkoba yang telah dieksekusi, Freddy Budiman.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik, Busyro Muqoddas mengatakan, jika Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membentuk tim independen, maka akan mendukung kultur baru Polri.

"Tim independen itu justru akan membentuk kultur baru Mabes Polri di bawah Tito sebagai seorang akademisi," kata Busyro di PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Haris Azhar sebelumnya mengungkap "curahan hati" Freddy Budiman, pengedar narkoba yang telah dieksekusi mati, terkait adanya keterlibatan oknum penegak hukum dalam pengedaran narkoba yang dilakukan Freddy.

Namun, Haris Azhar kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional.

Menurut Busyro, jika Bareskrim melanjutkan laporan itu, maka akan mengganggu reformasi di tubuh Polri yang dicanangkan oleh Tito.

Sebaliknya, lanjut Busyro, jika Tito membentuk tim independen, maka itu merupakan penghargaan atas demokrasi.

"Kalau laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan dibentuk tim independen sebagai bentuk apresiasi terhadap informasi yang disampaikan Haris, itu sebagai langkah bagus, terbuka, menghargai demokrasi," ucap Busyro.

Busyro menuturkan, tim independen tak hanya terdiri dari penegak hukum. Namun juga melibatkan masyarakat sipil.

Sebelumnya, Haris Azhar mengaku mendapatkan kesaksian dari Freddy Budiman terkait adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Narkotika Nasional, Polri, TNI, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba yang dilakukan Freddy.

Halaman
12
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved