Breaking News:

Gapki Sumut Tolak Rencana Moratorium

Para pengusaha merasa kebijakan ini justru akan menurunkan produktivitas kepala sawit.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/ Ryan Juskal
Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Timbas Ginting 

MEDAN, TRIBUN - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Utara (Gapki Sumut) menolak rencana moratorium lahan kelapa sawit, yang saat ini tengah memasuki tahapan finalisasi. Pasalnya, para pengusaha merasa kebijakan ini justru akan menurunkan produktivitas kepala sawit.

Pemerintah sendiri sebelumnya akan menerbitkan aturan moratorium penerbitan izin baru lahan tambang dan kelapa sawit. Presiden Jokowi mengatakan, lahan kelapa sawit sudah cukup sehingga tak diperlukan penerbitan izin baru. Moratorium lahan sawit juga dinilai tidak akan membuat pengusaha kekurangan lahan, karena masih bisa memproduksi dengan melakukan replanting (penanaman kembali) sawit rakyat.

"Menurut kita suatu hal yang tidak perlu. Kalau cerita dari Ibu itu (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya) sudah terlalu banyak. Banyaknya di kawasan hutan, apakah dia pernah turun ke lapangan. Sekarang begini, yang masuk kawasan hutan 100 tahun lamanya yang salah siapa. Saya kira sangat aneh," ujar Sekretaris Gapki Sumut, Timbas Ginting, Minggu (14/8).

Menurut Timbas, kawasan hutan bisa sah apabila sudah melakukan empat tahapan. Namun, tidak ada satu pun tahapan yang dilakukannya lantaran tak berani.

"Saya tantang, berani tidak melakukan empat tahapan itu sesuai dengan Keputusan Mahkamah Agung," katanya.

Timbas menyatakan, jika mau melakukan moratorium seharusnya kebijakan itu dapat dijamin keamanannya. Karena kebun yang sudah punya legalitas, jangan sampai ketika berganti menteri bertukar kebijakan. Timbas menambahkan, agar pertumbuhan negara semakin berkembang maka pemerintah hendaknya jangan mengganggu perkebunan sawit.(raj)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved