Haji 2016

Menag Bantah Keterlambatan Visa Hambat Keberangkatan Calon Jemaah Haji

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membantah adanya penundaan sejumlah keberangkatan jemaah calon haji (JCH)

Menag Bantah Keterlambatan Visa Hambat Keberangkatan Calon Jemaah Haji
Dani Prabowo/KOMPAS.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat melepas kloter pertama jemaah haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (9/8/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, BEKASI - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membantah adanya penundaan sejumlah keberangkatan jemaah calon haji (JCH) di sejumlah daerah karena keterlambatan pembuatan visa.

"Semua pemberitaan perihal gagal berangkatnya jemaah diakibatkan keterlambatan pengurusan visa tidak benar. Sebab seluruh jemaah gelombang satu yang terbang menuju Madinah sudah rampung seluruh visanya sejak pekan lalu," kata Lukman, di Bekasi, Jumat (19/8/2016).

Sementara, jemaah gelombang dua yang diterbangkan ke Jeddah mulai tanggal 22 Agustus 2016, hingga kini masih diproses.

Lukman memastikan hal tersebut bukan kesalahan Kementerian Agama karena seluruh visa calon jemaah gelombang satu sudah selesai.

Ia menyebutkan, yang terjadi adalah keterlambatan keberangkatan karena ada calon jemaah yang semestinya dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua menginginkan terbang bersama gelombang satu dengan beragam pertimbangan.

"Pertimbangannya karena ada sanak saudara, pembimbing, atau Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang terbang bersama kloter di gelombang satu," kata Lukman.

Akan tetapi, karena visa jemaah tersebut belum selesai, otomatis rombongan tersebut tidak bisa berangkat.

"Tentu saja visa jemaah tersebut belum rampung karena yang memang kami prioritaskan pengurusannya adalah gelombang satu dulu. Baru setelahnya gelombang dua diurus dan hingga kini masih diproses," ujar dia.

Oleh karena itu, Lukman mengimbau agar jemaah berangkat sesuai penentuan kloter yang telah ditetapkan.

"Jangan berkeinginan pindah-pindah kloter karena hal tersebut mengganggu sistem yang sudah dirancang dengan baik," kata Lukman. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved