Ulos, Royana Marpaung: Bisa Membuat Perempuan Lebih Feminim

Royana Marpaung, wanita kelahiran tahun 1964, pecinta kain ulos dan aktif melestarikan budaya batak. Ia pun pandai mendesain baju

Tayang:
Tribun Medan / Elvira
Royana Marpaung menggunakan pakaian ulos buatan sendiri, Medan, Jumat (26/8/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Elvira Lieshanty Febryza

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Royana Marpaung, wanita kelahiran tahun 1964, pecinta kain ulos dan aktif melestarikan budaya batak. Ia pun pandai mendesain baju dan tas dengan bahan kain ulos.

Ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan panitia hari ulos ini mengatakan dirinya sering menggunakan ulos untuk dibuat menjadi bahan pakaian.

"Sebagai anak asli Sumatera Utara, kita harus bangga pakai ulos, selain karena budaya sendiri yang harus dilestarikan, ragam motif ulos sangat cantik dipakai," katanya. Jumat (26/8/2016).

Ia juga sering memodifikasi pakaiannya dari kain ulos dengan kain chiffon menjadi dress, atau dengan bahan lainnya. Lalu desain tas jinjing yang bermotif sama dengan atasan.

"Bisa juga kita padu dress ulos dengan tas ulos yang bermotif sama sehingga terlihat matching. Tambahkan sepatu heels, maka akan memberikan kesan feminim dan anggun saat dikenakan," jelasnya.

Royana mengungkapkan dirinya sendiri yang mendesain dan membuat pakaian ulos tersebut.

"Berawal dari kecintaan saya terhadap kain ulos ini lalu saya desain, ide bisa muncul dari mana saja lalu kita tuang dalam bentuk desain," tuturnya.

Tak hanya Ia buat untuk dikenakan sehari-hari, semuanya itu bahkan bisa menjadi penghasilan tambahan.

"Saya hampir sehari-hari pakai pakaian dengan ulos terus saya posting di sosial media, teman-teman lihat dan jadi banyak yang minat buat dibeli, terakhir kemarin ada order baju dan tas dikirim ke Papua" katanya.

Dengan kisaran harga baju dan tas mulai dari Rp 1 juta.

"Kalau harga bervariatif tergantung motif ulos karena ini ulosnya asli," bebernya.

Ditanya mengenai target ke depannya, Royana menjawab, jika peminat baju dan tas ulosnya sangat banyak, Ia akan terus mendesain baju dan tas sebanyak mungkin agar peminat bisa banyak memilih dan semua kalangan bisa menggunakan hasil karyanya.

Royana menerangkan pakaian dan tas yang Ia buat berbeda dengan yang orang lain pasarkan, karena Ia selalu menggunakan ulos asli dalam setiap pembuatannya.

"Semua yang saya buat ulos asli jadi beda sama yang orang lain jual. Ulos asli memang mahal tapi dengan memakai ulos asli berarti kita ikut melestarikan ulos batak dan para penenun ulos," bebernya.

Royana pun menularkan kecintaan ulosnya kepada anaknya untuk bangga memakai pakaian dengan kain ulos.

"Saya juga desain baju untuk remaja, anak perempuan saya, saya tawarkan pakai baju dengan kain ulos motif sadum karena remaja kan senang yang warna warni dan ini cocok untuk remaja," jelasnya.

(cr6/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved