Aek Sipitu Dai, Tujuh Pancuran dengan "Khasiat" Berbeda

Tujuh pancuran itu mempunyai nama masing-masing dan khasiat berbeda sesuai dengan penamaannya.

Editor: Liston Damanik

Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Mata Air Tujuh Rasa atau Aek Sipitu Dai terletak di Desa Sipitu Dai, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir. Di tempat ini terdapat pancuran tujuh mata air dengan air yang keluar dari masing-masing mata air mempunyai rasa yang berbeda.

Sebagian orang percaya air yang keluar dari mata air ini dapat menyembuhkan penyakit.

Tujuh pancuran itu mempunyai nama masing-masing dan khasiat berbeda sesuai dengan penamaannya. Misalnya Aek Poso khusus tempat ibu memandikan anak-anak yang belum punya gigi, Paridian Sibaso adalah tempat membantu persalinan, Paridian Pangulu tempat pemandian kaum lelaki yang berusia lanjut, Paridian Doli-doli merupakan pemandian lelaki muda yang merupakan keturunan Guru Tetea Bulan, Paridian Hela dipakai kaum laki-laki (menantu) yang memperistri wanita keturunan Guru Tetea Bulan.

Keanehan air dari Aek Si Pitu Dai atau mata air 7 rasa ini adalah dimana dari ke tujuh air pancuran masing-masing mempunyai rasa yang berbeda satu sama lain, padahal airnya keluar dari satu Labuan (bak panjang) atau satu aliran. (sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved