Breaking News

"Mati Pun Aku Siap Kalau Dihancurkan"

"Aku enggak akan keluar sebelum diganti rugi. Mati pun aku siap kalau dihancurkan (bangunan),"

Tribun Medan/ Array Argus
Israil, pemilik bangunan di atas lahan sengketa mengamuk saat bangunannya hendak dirobohkan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (31/8/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Israil Sinaga (77), pemilik bangunan di atas tanah sengketa Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansur, Medan Johor meradang saat petugas kecamatan mengangkati barang-barang di dalam tempat usahanya. Pengusaha roti ini mengamuk dan minta ganti rugi kepada juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Aku enggak akan keluar sebelum diganti rugi. Mati pun aku siap kalau dihancurkan (bangunan)," kata pria sepuh ini sembari berkacak pinggang di depan bangunannya, Rabu (31/8/2016).

Israil mengatakan, ia sudah tiga tahun tinggal di tanah sengketa tersebut. Sebelumnya, ia membeli tanah dari seorang pria yang disebutnya sebagai Kepala Lorong (Keplor).

"Waktu itu ku beli Rp 2 juta tanah ini. Aku beli dari Kena. Dia Keplor waktu itu di sini," kata Israil.

Melihat pria berambut ubanan ini mengamuk, seorang pria bertubuh gempal berusaha menenangkan. Namun, Israil tetap melawan.

"Kau jangan bilang tenang-tenang aja. Aku enggak terima kalau bangunan ku dihancurkan," katanya mengakhiri.

(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved