SMA Khairul Imam Wajibkan Siswa Hapal Kosakata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris
Siswa mengikuti kegiatan menghapal vocabulary (kosa kata) Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, dimulai pukul 07.15 hingga pukul 08.00 WIB.
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekolah Islam Terpadu Khairul Imam Medan di Jalan STM Ujung cukup peduli terhadap dunia pendidikan khususnya bagi generasi muda Islam. Khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA) Khairul Imam tidak hanya mengajarkan akademik saja. Sekolah ini memadukan nilai pelajaran agama serta bahasa.
Ada hari tertentu, sebelum memulai pelajaran, siswa mengikuti kegiatan menghapal vocabulary (kosa kata) Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, dimulai pukul 07.15 hingga pukul 08.00 WIB.
"Siswa mengikuti vocabulary dan English Day setiap hari Rabu. Jadi setelah pagi melakukan hapalan kosa kata, kegiatan seharian di sekolah juga harus menggunakan Bahasa Inggris. Baik itu berbicara dengan guru, teman hingga tukang kantin pun wajib menggunakan Bahasa Inggris. Begitu pula di hari Jumat, setelah melakukan hafalan kosa kata Bahasa Arab ada pelajaran Bahasa Arab. Adapun yang sedang dicanangkan ada Arabic Day, dimana nantinya siswa juga wajib berbahasa Arab tidak ketinggalan Bahasa Mandarin juga menjadi mata pelajaran di sekolah," jelas Kepala SMA Khairul Imam, Lailan Hadijah.
Sedangkan untuk keagamaan, siswa diwajibkan melakukan hafalan Alquran di luar hari Rabu dan Jumat pada jam yang sama yakni pukul 07.15 hingga pukul 08.00 WIB, yang kemudian diulang kembali sebelum salat zuhur dan asar.
"Siswa juga wajib salat Duha di jam istirahat dan salat Juhur dan Asar berjamaah. Khusus untuk siswa laki-laki, dilatih untuk menjadi imam, qomat dan melakukan tausiah atau ceramah sebelum salat asar. Setiap hari siswa bergantian menjadi imam dan mengisi ceramah. Bahan ceramah tentunya dibimbing oleh guru atau ustaz di sekolah," tambahnya.
Ia menuturkan khusus hari Jumat, ketika siswa laki-laki melakukan salat Jumat, siswa perempuan mengikuti kelas keputrian setelah melakukan salat berjemaah zuhur di kelas atau lobi.
"Di hari Jumat, siswa perempuan belajar menjadi imam, komat baca doa dan ceramah. Kemudian mengikuti prakarya kesenian seperti merajut, menjahit, menyulam," pungkasnya.
(sil/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sma-khairul-imam_20160831_202502.jpg)