Untuk Pertama Kali, Warga di Pedalaman Papua Nikmati BBM Murah

Untuk pertama kalinya warga di Kabupaten Nduga dan Mamberamo Raya bisa mendapatkan bahan bakar minyak dengan harga terjangkau.

Untuk Pertama Kali, Warga di Pedalaman Papua Nikmati BBM Murah
Humas Pertamina MOR VIII Maluku-Papua
Pembukaan tempat Agen Penyalur Minyak Solar untuk pertama kalinya di Kenyam, Kabupaten Nduga oleh Pertamina MOR VIII Maluku-Papua. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAYAPURA -  Untuk pertama kalinya warga di Kabupaten Nduga dan Mamberamo Raya bisa mendapatkan bahan bakar minyak dengan harga terjangkau.

Warga di dua wilayah ini bisa mendapatkan kemudahan itu setelah Pertamina Marketing Operation VIII Maluku dan Papua secara resmi mengoperasikan Agen Premium dan Solar (APMS) di kedua wilayah itu sejak 24 Agustus lalu.

Selama ini, tingginya harga BBM juga berpengaruh pada meningkatnya barang kebutuhan pokok. Akibatnya, warga terpaksa membeli barang kebutuhan pokok dengan harga yang sangat mahal.

General Manajer Pertamina Marketing Operation VIII Papua dan Papua Barat Eldy Henry pada Rabu (31/8/2016) di Jayapura mengatakan, tujuan pembukaan APMS agar masyarakat Nduga dan Mamberamo Raya yang merupakan salah satu daerah terpencil di Papua bisa menikmati BBM dengan harga murah.

“Sebelum hadirnya APMS, warga membeli premium dan solar sekitar Rp 20.000 per liter. Sekarang mereka bisa membeli BBM misalnya premium dengan harga Rp 6.450 per liter,” kata Eldy.

Pelaksana tugas Bupati Mamberamo Raya Derek Hegemur mengapresiasi langkah Pertamina yang telah menghadirkan APMS untuk melayani kebutuhan warga setempat.

“Pengoperasian APMNS adalah kado terindah dalam peringatan kemerdekaan Indonesia ke-71 bagi warga Mamberamo Raya,” tutur Derek.

Total sebanyak empat APMS yang telah dibuka Pertamina MOR VIII Maluku-Papua pada tahun ini. Selain di Nduga dan Mamberamo Raya, warga di Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat dan Kabupaten Puncak juga telah menggunakan BBM dengan harga yang terjangkau sejak 16 Agustus 2016 lalu. (*)

Editor: akb lama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved