Breaking News:

Ngopi Sore

Wakil Rakyat Kami Minta Naik Gaji, Tuan Kim

Penderitaan macam apa yang dialami oleh orang-orang yang berpendapatan Rp 500 juta per tahun?

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
THE TELEGRAPH
KIM Jong-un 

Agak lucu, tapi masih bisa diterima. Yang benar-benar lucu adalah alasan kedua. "Kesejahteraan para anggota DPRD sangat penting agar menghindari praktik korupsi. Bagaimana kami tidak terpuruk, tidak korupsi, tidak membuat terpuruk lembaga yang kami cintai ini," katanya.

Alahai..., saya ingin tertawa tapi tak bisa, sebab mendadak ada keraguan yang membekap kepala saya. Benarkah para wakil rakyat ini menderita? Benarkah hidup mereka prasejahtera sehingga mengeluh gaji dan tunjangan yang diterima selama ini jauh dari kata cukup dan untuk membuatnya jadi cukup mesti melakukan korupsi?

The Economist edisi 20-26 Juli 2013 menurunkan artikel yang mengupas pendapatan (mencakup gaji dan tunjangan) wakil-wakil rakyat Indonesia. Dalam hal ini di DPR (pusat). Kupasan The Economist mengerucutkan pada kesimpulan yang membelalakkan mata: pendapatan para wakil rakyat di Indonesia yang pertahunnya mencapai rata-rata Rp 1 miliar, merupakan yang keempat terbesar di dunia.

Pendapatan anggota DPR tentu saja berbeda dengan pendapatan anggota DPRD. Akan tetapi perbedaannya tidaklah terlalu signifikan. Paling sial, pendapatan anggota DPRD setengah dari pendapatan anggota DPR.

Pertanyaannya, penderitaan macam apa yang dialami oleh orang-orang yang berpendapatan Rp 500 juta per tahun? Dua lembaga lain, Ipsa dan IMF, merilis angka yang hampir sama besar. Mereka mengambil rata-rata gaji anggota DPR dan anggota DPRD dan memperoleh angka USD 65.000. Jumlah yang lebih besar 18 kali dari rata-rata pendapatan perkapita rakyat Indonesia yang masih berkutat pada angka USD 3.500 sampai USD 3.600.

Jika dengan gaji 500 jutaan per tahun para wakil rakyat masih juga merasa menderita, pernahkah mereka memikirkan penderitaan rakyat yang pendapatannya 18 kali lebih kecil?

Ah, untung saja presiden mereka Jokowi, bukan Kim Jong-un.

twitter: @aguskhaidir

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved