Separuh Jiwa Putri Ayu Menyatu Dalam Drum Band
Mengikuti jejak ibunya, mantan atlet Marching Band Sumut, saat ini ia menjadi andalan Sumut di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Jawa Barat.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Putri Ayu Lestari Gulo, wanita kelahiran Medan 22 April 1999 sulit dipisahkan dari Drum Band.
Dia sudah terlanjur mencintai olahraga tersebut sejak kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Mengikuti jejak ibunya, mantan atlet Marching Band Sumut, saat ini ia menjadi andalan Sumut di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Jawa Barat.
"Sebenarnya sejak SD saya suka menari. Tapi mulai SMP saya merasa tertarik masuk drum band. Awalnya saya dipercaya membawa collegard (bendera), namun lambat laun saya mencoba tantangan seperti alat perkusi, bass, hingga saat ini dipercaya jadi mayoret. Semua ini juga berkat dukungan dari kedua orangtua saya," jelas Wanita siswi SMA Dwi Tunggal, Kecamatan Tanjung Morawa ini.
Alasan tertariknya ia mmberi separuh jiwanya di cabor drum band, karena meraih banyak prestasi, selain itu dalam drum band tiap orang disebut Putri Ayu diajarkan memiliki skill, mengasah otak, sekaligus menjaga kebugaran fisik.
"Separuh jiwa ada di drum band. Banyak tantangan menarik dalam drum band. Apalagi soal mengatur barisan dan menghafal tuap formasi agar tetap kompak. Makanya, aku gak bisa lepas dari Marching Band," jelas Putri Ayu.
Anak pertama dari lima bersaudara yang juga bercita-cita menjadi pelatih drum band ini juga mengatakan, kesan saat ini yang tidak pernah bisa dilupakan adalah ketika sebelum tampil seluruh atlet diharuskan merenung sejenak untuk mengingat perjuangan mereka dari awal.
"Yang paling bekesan saat kita merenung bersama, nangis bersama sebelum pertandingan. Di sanalah kita ingat bagaimana perjuangan kita di masa-masa latihan. Susah, senang, sakit, capek sama-sama kita rasakan. Tapi itu semua kita jadikan motivasi untuk tampil lebih baik," ucap atlet berkulit putih ini.
Lebih lanjut dijelaskan Putri, seorang atlet dituntut harus bisa menyeimbangkan antara waktu belajar dan latihan. Selama ini ia mengaku memang ada kendala. Namun, hal itu dapat diatasi dengan tetap sharing kepada teman sekolahnya.
Sementara itu, ditanya persiapan latihan jelang PON 2016, saat ini dirinya bersama 21 atlet rutin menggelar pelatda PON Sumut yang berlangsung Sabtu-Minggu di Yayasan Sinar Husni Medan.
"Nanti dipertandingkan 10 nomor lomba, 8 di antaranya membutuhkan fisik yang kuat. Sedangkan dua nomor lagi hanya skill dan pikiran. Persiapan lainnya soal bagaimana kita bisa menyatukan materi dari awal untuk kita serap semua. Kita juga dituntut latihan rutin di rumah sama pelatih," jelasnya
Dipercayanya sebagai mayoret di 3 nomor lomba sekaligus fill comander, menjadi tantangan sendiri bagi Putri Ayu dalam mengatur seluruh anggota. Segenap jiwa kepemimpinan Putri Ayu dituntut lebih.
"Kesulitan sih tidak. Tapi bagaimana kita pintar mengatur anggota, dan bisa menyatu dengan mereka. Kalo sudah menyatu, kekompakan otomatis pasti semakin kuat," yakinnya.
Mesti begitu, tak jarang Putri merasa gugup ketika akan bertanding. Namun, ia menanggulanginya dengan santai, dan menganggap seluruh pertandingan adalah latihan biasa dan tidak menjadikannya beban. Apalagi di PON mendatang, tantangan semakin tinggi.
Pada Pra PON 2015, dirinya dipercaya menjadi mayoret di tiga nomor lomba, yakni Lomba Ketahanan dan Ketepatan Baris Berbaris (LKKB) 2 dan 4 KM Putri, dan Lomba Baris Berbaris (LBB) putri.
Sedangkan pada Lomba Unjuk Gelar (LUG), ia dipercaya menjadi Fill comander. Saat ini Putri Ayu benar-benar menatap PON.
"Saya juga memainkan alat terompet dan bass di nomor lain. Kalo dipercaya lagi sama pelatih untuk jadi mayoret dan fill comander, saya sangat siap," ucapnya.
Ditanya tentang target di PON, ia mengaku optimis dapat mengulangi kesuksesan seperti di Pra PON sebelumnya. Tidak tanggung- tanggung, 3 medali emas menjadi target untuk disumbangkan bagi Sumut.
"Target pribadi di PON pastinya medali emas. Minimal 3 atau kalo bisa 4 medali. Terutama di nomor lomba puteri yang persaingannya tidak terlalu ketat," pungkasnya.
(dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/putri-ayu-lestari-gulo-tribun_20160907_162613.jpg)