Banyak Info Intelijen Tak Digubris, DPR Disarankan Turun Tangan

"Sehingga BIN secara berkala juga melaporkan kepada siapa. Dalam hal ini mungkin kepada DPR,"

Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan juru bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi menilai perlunya aturan terkait pelaporan hasil pengumpulan dan analisis informasi yang dilakukan oleh Badan Intelijen Nasional (BIN). Hal itu terkait dengan tindak lanjut atas informasi yang diberikan BIN.

"Informasi dari BIN itu dieksekusi atau tidak, sehingga BIN secara berkala juga melaporkan kepada siapa. Dalam hal ini mungkin kepada DPR. Hal yang sudah dilaporkan tapi tidak di eksekusi kan bisa juga," kata Adhie dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (7/9/2016)

Menurut Adhie, DPR dapat membuat Komisi tersendiri untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BIN. Dalam RDP, DPR akan mendengar informasi apa saja yang dieksekusi oleh Presiden Joko Widodo.

"Dalam hal ini mana yang berbahaya mana yang tidak. Sehingga ini juga bisa jadi alat ukur parlemen dalam melakukan pengawasannya," ucap Adhie.

Menurut Adhie, jika terdapat informasi berbahaya dan tidak dieksekusi oleh Presiden Jokowi, DPR dapat melakukan hak interpelasi untuk meminta penjelasan.

Adhie menuturkan dirinya menolak adanya wacana perluasan kewenangan BIN untuk melakukan penangkapan dan penahanan tersangka kejahatan luar biasa seperti terorisme.

Adhie khawatir, perluasan kewenangan akan menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan. Akibatnya, pelanggaran HAM akan terjadi.

Wacana perluasan kewenangan BIN sebelumnya disampaikan oleh mantan Kepala BIN, Sutiyoso. Sutiyoso meminta agar BIN bisa memanggil dan menginterogasi terduga teroris.

Dengan begitu, BIN bisa menggali informasi dari terduga teroris tersebut. Sutiyoso berharap kewenangan ini bisa diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Antiterorisme yang akan segera dibahas oleh DPR dan pemerintah.(*)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved