Pascalebaran Haji, Tren Konsumsi Daging Ayam Meningkat

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga ayam, masih sejalan dengan tren konsumsi daging ayam

Pascalebaran Haji, Tren Konsumsi Daging Ayam Meningkat
Tribun Medan / Ryan
Pembeli daging ayam di Pasar Sukaramai Medan, Jumat (16/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga ayam, masih sejalan dengan tren konsumsi daging ayam yang menunjukkan peningkatan.

Namun, ia berharap kenaikan ini tidak tembus pada harga Rp 30 ribu perkilogram.

"Kita tidak berharap, jika harga ayam nanti naik terlalu tajam menembus harga 30 ribu per kilogram. Tren konsumsi daging ayam memang saat ini sudah menunjukan tren naik. Setelah sebelumnya sempat anjlok seiring dengan perayaan hari raya kurban," ujarnya Jumat (16/9/2016).

Dijelaskannya, harga daging ayam idealnya berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Namun, ia berharap agar daging ayam tidak bergejolak dengan fluktuasi yang lebar dan bertahan di atas harga normal.

"Jika tidak ada kelebihan sisi persediaan dalam waktu dekat, saya melihat peluang harga daging ayam terus naik cukup terbuka," katanya.

Menurutnya, harga yang terbentuk pada daging ayam, masih dimotori oleh distributor. Di mana hampir semua pedagang yang menjajakan barang dagangannya berhutang dari distributor.

Banyak pedagang juga, bergantung ke sejumlah pembeli besar, seperti rumah makan atau restoran.

"Sehingga harga daging ayam ini cenderung ditentukan oleh para distributornya. Ya meskipun nantinya akan mengacu juga kepada harga pembelian di tingkat peternak," pungkasnya.

(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved