Triadil Saragih Ingin Angkat Kembali Serunei Simalungun

"Saya miliki kerinduan untuk memperkenalkan alat musik ini seluas-luasnya," kata Triadil.

Triadil Saragih Ingin Angkat Kembali Serunei Simalungun
Facebook
Pemain sarunei.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Alumni Seni Musik Universitas Negeri Medan, Triadil Saragih fokus memperkenalkan alat musik tradisional suku Simalungun, sarunei.

Menurut Triadil, alat musik tiup ini dipakai juga oleh suku Toba, Karo, dan berbagai suku lainnya. Namun, ia belum tahu bagaimana dan kapan alat musik ini masuk ke kerajaan Simalungun.

"Ada sarune bolon suku Toba, di Karo juga ada, dan beberapa suku lainnya. Di Simalungun namanya sarunei. Kalau sejarah alat musik ini saya enggak bisa jelaskan kepastiannya karena sampai sekarang belum ada referensi tentang itu," sebut Triadil saat dihubungi, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, saat ini pemain sarunei semakin sedikit.

"Jumlahnya tak pasti. Saya miliki kerinduan untuk memperkenalkan alat musik ini seluas-luasnya," katanya.

Untuk memperkenalkan alat musik ini, ia pun sering memainkan lagu-lagu populer bahasa Simalungun dengan sarunei.

Satu di antaranya yakni lagu ciptaan Alm Taralamsyah Saragih.

"Alat musik ini sangat jarang ditampilkan. Pemuda Simalungun juga terlihat pasif. Enggak semua lagu bisa dimainkan dengan sarunei, nadanya pentatonik. Lantunan sarunei saya perdengarkan sebagai pengiring lagu Ilah Nasiholan karya Taralamsyah Saragih. Mudah-mudahan dengan lagu populer ini bisa diingat terus suara merdu yang dihasilkan sarunei Simalungun," jelasnya.

"Kehidupan mendatang, kita yang menentukan. Kalau sekarang tidak dimainkan, alat musik ini akan punah," katanya. (cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved