Disiksa Perampok, Mantan Istri Bupati Nagan Raya Meninggal Dunia di Rumah Sakit

"Setelah kejadian almarhum sempat muntah darah sebanyak tiga kali dan sesak nafas,” kata Syamsidar (60), ibu kandung korban.

KOMPAS.COM/ RAJA UMAR
Monalisa (39), mantan istri Bupati Nagan Raya, Aceh yang menjadi korban penyiksaan dan penyekapan kawanan perampok masih menjalani perawatan intensif di ruang kelas utama, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Senin (26/09/16). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEULABOH-Monalisa (39), mantan istri Bupati Nagan Raya, Aceh, yang menjadi korban penyiksaan dan penyekapan kawanan perampok saat berada di dalam rumahnya di Jalan Swadaya, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (25/9/2016), meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di ruang ICCU RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

“Meninggalnya tadi pagi sekitar pukul 03.30 WIB di ruang ICCU, karena setelah kejadian almarhum sempat muntah darah sebanyak tiga kali dan sesak nafas,” kata Syamsidar (60), ibu kandung korban, Kamis (29/9/16).

Menurut Syamsidar, anaknya mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh padahal kondisi kesehatan mona sempat membaik satu hari pasca-kejadian saat masih dirawat di kelas utama RSUD setempat.

“Hari Senin kondisi mona sempat membaik, tapi kemarin siang tiba-tiba ia sesak napas sehingga harus dirawat kembali di ruang ICCU,” katanya.

Syamsidar berharap agar pihak Polres Aceh Barat dapat segera mengungkap dan menangkap kawanan perampok yang telah menganiaya dan menyekap Monalisa hingga mengakibatkan meninggal dunia.

“Dari polisi sampai sekarang kami belum ada kabar perkembangan terkait penanganan kasus yang dialami anak saya, apakah pelaku sudah ditangkap atau belum? Tetapi mobil anak saya satu dipinjam Polisi katanya ke Banda Aceh mencari pelaku,” ucapnya.

Setelah disiksa dan disekap oleh kawanan perampok, Monalisa mengalami luka sobek di bagian kepala sepanjang 6 sentimeter karena dihantam besi oleh pelaku, mata sebelah kirinya mengalami luka lebam dan mengeluarkan darah serta mengeluh sakit dibagian dada dan sesak akibat diinjak-injak perampok.

“Kawanan perampok setelah menganiaya dan menyekap anak saya hingga tak berdaya, kemudian membawa kabur 100 maryam emas murni dan kalung berlian senilai Rp 200 juta yang disimpan di tempat tidur Mona,” ujarnya. (Kontributor Kompas TV/Raja Umar)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved