Sejumlah Ketua DPC Gerindra Bantah Tuntut Mundur Gus Irawan

"Rapat yang kami lakukan telah bergeser dari agenda yang seharusnya, dan kami langsung keluar dari ruangan rapat," kata Arwi Winata.

Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumut John Robert Simanjuntak di Kantor DPD Gerindra Sumut Jalan DI Panjaitan, Jumat (30/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra di Sumut menyayangkan sikap yang dilakukan mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Sumut, John Robert Simanjuntak.

Kata mereka, John telah memanfaatkan rapat Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Sumut yang digelar beberapa waktu lalu untuk mengevaluasi dan menuntut pencopotan Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu.

Oleh sebab itu, beberapa Ketua DPC Partai Gerindra menyampaikan bantahan dan mengaku tidak sepakat atas tuntutan John tersebut.

"Rapat yang kami lakukan telah bergeser dari agenda yang seharusnya, dan kami langsung keluar dari ruangan rapat," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Labuhan Selatan Arwi Winata melalui pesan tertulis yang diberikan kepada tribun-medan.com, Senin (3/10/2016).

Hal tersebut juga disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Batubara Muhammad Rafiq, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pakpak Barat Mansehat Manik dan Ketua DPC Partai Gerindra Mandailing Natal H. Khoiruddin MJ.

"Kami menyayangkan kehadiran kami justru dipolitisir oleh beliau untuk menuntut mundur Ketua DPD Gerindra," ujar Khoiruddin MJ.

"Bantahan dan klarifikasi ini kami sampaikan bahwa berita yang dilansir oleh beliau tentang 20 DPC di Sumut menuntut mundur Gus Irawan Pasaribu sebagai Ketua DPD Gerindra Sumut tidak benar adanya. Bahwa iklim kondusif yang selama ini ada di Gerindra Sumut tidak terkoyak. Kami tunduk dan patuh atas keputusan DPP Partai Gerindra," imbuh Mansehat Manik.

Sebelumnya,  John Robert Simanjuntak, mengeluhkan sikap Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu.

Kata John, politisi yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR RI tersebut telah berulang kali melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai terkait pergantian kepengurusan DPC Gerindra di berbagai daerah.

Kekesalan John kian memuncak saat status dirinya selaku Sekretaris DPD Gerindra Sumut diganti tanpa prosedur seusai yang diatur.

Dalam surat Nomor ST/09-043/A/DPD-GERINDRA SUMUT/2016 perihal Silahturahmi dan Perkenalan Pengurus DPD Partai Gerindra Sumut tertanggal 28 September 2016, dituliskan bahwa Sekretaris DPD Gerindra Sumut diemban oleh Robert L. Tobing. Sedangkan John ditulis sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut.

Menurut John, selama ini pihaknya tidak pernah melakukan rapat ataupun prosedur pergantian kepengurusan. Oleh sebab itu, John mengaku akan melaporkan tindakan tersebut kepada Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra serta Dewan Pimpinan Pusat Gerindra.

"Ini jelas telah melanggar AD-ART partai. Sesuai prosedur, tiap pergantian harus melalui badan seleksi organisasi. Tapi rapat apapun tentang itu tidak pernah ada. Jadi saya minta Gus Irawan untuk dicopot," kata John saat ditemui di Kantor DPD Gerindra Sumut Jalan DI Panjaitan, Jumat (30/9/2016) lalu. (cr5/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved