Dispora Sumut Bantu Rp 5 Juta Kontingen Sumut ke TAFISA, Atlet Diprediksi bakal Telantar
"Memang benar setiap tahunnya ada anggaran untuk FORMI itu, tapi tahun ini tidak ditampung karena kepengurusan belum pasti,"
Penulis: Ilham Fazrir Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ilham Fazrir Harahap
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Langkah atlet Sumatera Utara (Sumut) berlaga dalam ajang The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games yang merupakan Olimpiade-nya olahraga rekreasi dan masyarakat nampaknya masih menemui jalan terjal.
Pasalnya, minimnya dukungan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Di bawah payung Federasi Olahraga Rekreasi dan Masyarakat Indonesia (FORMI), sejumlah atlet mewakili beberapa cabang olahraga turut meminta kepastian dukungan melalui audiensi ke pihak Dispora Sumut. Apalagi jadwal TAFISA tinggal menghitung hari yakni, 6-12 di Ancol, Jakarta yang diikuti sebanyak 110 negara.
Kadispora Sumut, H Baharuddin Siagian mengatakan anggaran untuk FORMI sendiri tidak ditampung. Hal tersebut dikarenakan ketidakjelasan kepengurusan FORMI saat ini yang telah didemisioner.
"Memang benar setiap tahunnya ada anggaran untuk FORMI itu, tapi tahun ini tidak ditampung karena kepengurusan belum pasti," ujarnya, Selasa (4/10/2016).
Meski demikian, Baharuddin mengaku tetap ingin atlet Sumut berlaga dalam ajang tersebut. Dia sebelumnya juga menyayangkan kondisi dalam tubuh FORMI Sumut sehingga berdampak pada macetnya anggaran.
"Kita hanya bisa siapkan bantuan seadanya, sebanyak Rp 5 juta untuk membantu keseluruhan. Tapi kita janji kepada atlet yang meraih medali emas nantinya, akan diberi reward yang layak. Saya akan bicarakan ini kepada Gubernur Sumut," ucapnya.
Peryataan Baharuddin tersebut ditanggapi serius oleh perwakilan cabor seperti atlet Breakdance, Baroy. Menurutnya bantuan yang dikeluarkan tentunya tidak mampu mengatasi karena ada puluhan atlet yang ingin berangkat, termasuk atlet sepeda BMX, senam, airsoftgun dan lainnya.
"Bagaimana mungkin kita bisa raih prestasi, jika berangkat saja tidak? Kan sama saja bohong. Padahal salah satu atlet kami dipercaya jadi jurinya di TAFISA ini bersama undangan dari Negara Irlandia. Kan malu rasanya, kalau sempat kami tidak ikut main padahal jurinya dari Sumut ini. Belum laga lagi BMX ini ikut demo di acara pembukaan TAFISA, kan miris rasanya," ucap Baroy mengakhiri.
(iam/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/baharuddin-siagian_20161004_140517.jpg)