News Video

Caca Minta Kekebalan Hukum Oknum TNI AL Dihilangkan

Ismail meminta agar oknum TNI yang melakukan kekerasasan diadili layak warga biasa.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Caca Panca Nugroho (36), warga Jalan Pasar X, Helvetia, yang melaporkan penganiayaan dirinya oleh anggota TNI Angkatan Laut meminta pengalaman buruknya jangan sampai terulang lagi.

Kuasa Hukum Caca, Ismail Hasan Koto, mengatakan, agar perkara yang dialami oleh kliennya menjadi perhatian bagi semua orang, termasuk Presiden Joko Wibowo.

Selain itu, ia juga berharap agar anggota yang melakukan kekerasan dihilangkan kekebalan hukumnya.

Ismail meminta agar oknum TNI yang melakukan kekerasasan diadili layak warga biasa. Menurutnya, semua orang memiliki hak yang sama di mata hukum.

"Cukup inilah yang jadi korban. Ke depannya agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya, " katanya saat konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jalan Hindu, Medan, Jumat (7/10/2016).

Kejadian penganiayaan yang dialami Caca terjadi Februari 2016 lalu. Saat itu, korban diculik dari rumahnya dengan tuduhan telah melakukan pencurian sepeda motor.

Setelah diculik dari rumah, Caca diduga dibawa ke Belawan. Di satu tempat, Caca dipukuli berulangkali dan disuruh mengaku telah melakukan pencurian motor.

Setelah mengalami penyiksaan, Caca dijebloskan ke sel tahanan polisi karena dilaporkan menggunakan narkoba. Namun, belakangan polisi melepaskannya. (nik/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved