Jeep Willys, Melintas dengan Nuansa Perang
Tak hanya mobil mewah nan mentereng yang menjadi idaman para pecinta mobil. Mobil tua yang tergolong unik juga kerap menjadi incaran
Penulis: Hendrik Naipospos |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak hanya mobil mewah nan mentereng yang menjadi idaman para pecinta mobil. Mobil tua yang tergolong unik juga kerap menjadi incaran, seperti halnya dengan mobil Jeep Willys 1947 yang dimiliki personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), Suwarno.
Mobil ini merupakan pabrikan Amerika Serikat yang diproduksi sebagai moda transportasi darat militer. Suwarno mengakui, kali pertama membeli Jeep Willys dalam bentuk rongsokan sekitar 10 tahun yang lalu dengan harga yang sangat murah. Profesinya sebagai militer bukan alasan utama Suwarno membeli mobil ini, ia menyebutkan bahwa sejak kecil ia sudah hobi dengan kendaran tua.
Setelah berhasil membeli Jeep Willys, Suwarno lantas membawa mobil ini untuk diperbaiki. Ia mengganti mesin mobil dengan mesin rakitan kapasitas 2500 CC.
"Ini kendaraan perang. Saya beli sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu seharga Rp 5 juta, dan saya generasi keempat yang memiliki mobil ini, sebelum saya sudah pindah tangan tiga kali. Saya beli mobil ini dalam bentuk rongsokan, bahkan sudah ditumbuhi rumput. Semua diganti, hanya rangka yang tidak. Mesin kita rakit, kelistrikannya juga kita hidupkan lagi, tapi keaslian dan model mobil tidak kita ubah," sebut Suwarno kepada www.Tribun-medan.com di Pendopo Universitas Sumatera Utara.
Nuansa perang masih tergambar jelas dalam berbagai aksesori kendaraan ini. Seperti halnya bodi yang terbuat dari baja, kotak bagasi yang merupakan bekas kotak peluru, lampu kompas dan selongsong mortir untuk tempat penyimpanan payung.
"Kalau saya membawa mobil ini seakan mau perang, bahkan kalau kita sesama pencinta Jeep Willys kumpul pasti nuansa perang semakin kental. Tempat perkakas ini asli kotak peluru, di depan ada selongsong mortir yang saya gunakan untuk tempat penyimpanan payung, ada lampu tengkorak yang dilapisi baja, tujuannya kalau kena tembak atau ranting pohon lampu ini gak pecah, yang serunya mobil ini juga punya lampu kompas. Ceritanya saat perang kalau hidupkan lampu pasti ketahuan, kita gunakan lampu kompas supaya tahu arah," sambungnya.
Atap kendaraan juga tergolong unik. Suwarno bebas menentukkan perjalanannya, yakni menggunakan mobil dengan atap tertutup atau malah bersatu dengan alam, tanpa atap.
"Atap bisa dibuka dan ditutup. Kalau suasana alamnya sejuk, atap pasti saya buka. Membawa mobil ini memang harus bersatu dengan alam. Saya punya pengalaman lagi jalan-jalan bersama keluarga dan di tengah perjalanan turun hujan. Kita semua basah kuyup, tapi tetap senang," jelas Suwarno.
Ia juga tak mengalami kesulitan untuk mendapatkan aksesori kendaraan. Bahkan Suwarno menegaskan tak ada perawatan berkala yang ia terapkan di mobil pembuatan 1947 ini.
"Aksesori ada di toko Willys Jaya jalan Sutomo, tapi kalau di sana kosong masih bisa dipesan dari Jakarta dan Bandung. Perawatan gak ada, yang penting perhatikan radiator, dan oli saja," tandasnya.
(cr2/tribun-medan.com)
Profil
Nama: Suwarno
Tempat/ Tanggal Lahir: Magetan/ 16 Maret 1965
Istri: Thairani Hasibuan
Anak: 3 Orang
Pekerjaan: TNI AL
Bertugas: Korps Polisi Militer AL (Pomal) Lantamal 1 Belawan
Email: Willysautoclub@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jeep-willys-1947-milik-suwarno-tribun_20161007_100254.jpg)