Sity Aisyah Latihan Tenis Meja dengan Mata Ditutup Jelang Peparnas

Siti Aisyah atlet tenis meja putri (tuna netra) tetap fokus latihan bersama pelatihnya M Ridwan menjelang Peparnas.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun Medan/ Dedy
Siti Aisyah, atlet tenis meja putri. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Siti Aisyah atlet tenis meja putri (tuna netra) tetap fokus latihan bersama pelatihnya M Ridwan menjelang pemberangkatan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Jawa Barat. Dengan segala keterbatasannya tak membuatnya menyerah meraih prestasi.

Saat ditemui Tribun Medan, Selasa (11/10/2016) Siti Aisyah latihan tenis meja dengan mata ditutup sehelai kain dan membalas setiap pukulan servis sang pelatih. Pada nomor ini, bola tenis meja yang dipakai juga berbeda, bola dilengkapi suara gemerincing. Aisyah latihan mengandalkan indra pendengaran mengejar datangnya arah bola.

Nada optimisme dikatakan Siti Aisyah yang bermain nomor tunggal putri. Atlet dengan kecacatan tuna netra ini memiliki keyakinan penuh bisa mempersembahkan medali emas di Peparnas perdananya.

"Tinggal melatih kecepatan untuk menangkis bola dari lawan saja ini. Harapannya dengan latihan disiplin bisa meraih medali meski masih baru," ucapnya.

Ditanya persiapan dirinya berlaga di Peparnas perdananya, atlet peraih perunggu di Peparnas antar pelajar tahun 2013, Aisyah mengaku mendapat suntikan mental dan rasa percaya diri dari pelatih barunya. Kenyamana dia dapatkan selama dilatih di bawah didikan M Ridwan.

"Selama di bawah asuhan pak Ang, banyak ilmu baru yang mudah di mengerti, Aisyah merasa cepat adaptasi. Dia termasuk sosok pelatih yang inspiratif dan tegas dalam membina atlet," jelas Aisyah.

Sementara M Ridwan mengatakan, pada Peparnas tahun ini, tim tenis meja Sumut berkekuatan lima atlet, masing-masing tiga putra dan dua putri. Kelimanya yakni Ali Akbar Tarigan (kelas 8), Bahder Johan Harahap (kelas 5), Sofyan (kelas 4), Susilawati (kelas 9), dan Siti Aisyah (tuna netra).

Siti Aisyah
Siti Aisyah, atlet tenis meja putri saat berlatih dengan pelatihnya M Ridwan jelang Peparnas 2016.

Ridwan mengatakan Pada Peparnas 2016, Sumut mengikuti empat nomor lomba, tunggal putra/putri, ganda putra, serta beregu putra. Dikatakan Ridwan peluang emas tentu terbuka lebar untuk semua nomor yang diikuti.

"Untuk Aisyah harapannya menjadi atlet kejutan yang bisa membawa pulang medali. Dia tinggal meningkatkan kecepatannya menangkis bola. Untuk atlet lainnya juga kita terus tingkatkan prestasi," kata M Ridwan.

Terkait kekuatan tim lawan, Ridwan menilai  DKI Jakarta dan Jawa Timur dianggap masih menjadi kompetitor terkuat di cabor tenis meja. Sejumlah nama hebat sebagai atlet tenis meja akan memperkuat DKI dan Jawa.

Tim tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara mengusung target dua medali emas di Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV/2016 yang berlangsung 15-24 Oktober mendatang.

(dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved