Komunitas
Komunitas Peduli Ruqyah Syariah Indonesia Gelar Ruqyah Massal
Anda pernah merasa kondisi ibadah semakin menurun? Atau pernah berhubungan dengan hal yang gaib?
Laporan Wartawan Tribun Medan / Elvira Lieshanty Febryza
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anda pernah merasa kondisi ibadah semakin menurun? Atau pernah berhubungan dengan hal yang gaib? Mau berubah dan bertaubat, Ruqyah menjadi solusinya.
Ruqyah itu sendiri berasal dari bahasa Arab ( رقية), ialah metode penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Al Quran pada orang yang sakit. Bisa sakit fisik ataupun rohani.
Komunitas Peduli Ruqyah Syariah Indonesia menyelenggarakan Ruqyah Massal di Masjid dakwah Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (15/10/2016), dengan dihadiri oleh narasumber dari Jakarta, yang mana beliau menjadi narasumber di acara RUQYAH Trans7, yakni Ustaz Muhammad Zunaidi.
Acara ini terselenggara atas kerjasama dari Aksi Cepat Tanggap(ACT), Masyarakat Relawan Indonesia, Rumah Sehat Wahida, dan Komunitas Peduli Ruqyah Syariah Indonesia.
Dalam acara ini narasumber membahas mengenai seputar Ruqyah Syariah, membahas bagaimana cara meruqyah secara mandiri, dan peserta dapat memeriksakan kesehatan kepada perwakilan dokter Klinik Rumah Sehat Wahida.
Ketua Divisi Dakwah dan Informasi Komunitas Peduli Ruqyah Syariah Indonesia, Abi Sudrajat, mengatakan acara tersebut merupakan kegiatan rutin dari komunitasnya. "Kami punya program rutin dengan kerjasama beberapa pihak untuk menyelenggarakan ruqyah massal di setiap daerah, kebetulan kali ini diselenggarakan di Kota Medan dan Binjai," katanya saat ditemui di Masjid Dakwah, Sabtu (15/10/2016).
Ia juga menerangkan tujuan diadakannya Ruqyah Massal ialah untuk mengedukasi masyarakat luas.
"Sebagai edukasi dan pemahaman untuk masyarakat kalau sakit itu tidak usah bingung, karena kita sebagai umat Islam ada solusinya yaitu Ruqyah atau terapi Al-Quran," terangnya.
Ia pun mengingatkan bahwa Ruqyah, tidak hanya sebagai sebuah upaya terapi pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, juga sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam, khususnya Dakwah Tauhid di tengah-tengah masyarakat.
"Memang tidak mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar untuk menghapus berbagai praktik dan bentuk kesyirikan. Oleh karenanya, kita semua harus merapatkan barisan, menyatukan langkah untuk menghapus, setidaknya meminimalisir praktik kesyirikan," katanya
"Satu media dakwah tauhid adalah dengan menggunakan instrumen terapi ruqyah syar’iyyah, karena 90 persen masyarakat yang mengalami gangguan penyakit nonmedis (gangguan jin) adalah mereka yang melakukan kesyirikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka substansi ruqyah syariah itu sesungguhnya adalah dakwah tauhid, selain tentu sebagai upaya pengobatan," ujarnya.
Komunitas Peduli Ruqyah Syariah Indonesia juga akan mengadakan Ruqyah Massal yang terbuka dan dapat dihadiri untuk umum di Masjid Raya Binjai pada Minggu besok (16/10/2016).
"Bagi siapapun yang peduli dan ingin bergabung bersama komunitas bisa menghubungi 082361136983
atau website www.peduliruqyah.com atau www.pengobatanislami.com," ujarnya mengakhiri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/komunitas-peduli-ruqyah-syariah-indonesia_20161015_162039.jpg)