Setahun, Biaya Kuliah di Belanda Mencapai Rp 86 Juta
"Biaya studi per tahun untuk program S1 umumnya 6.000- 10.000 EURO atau sekitar Rp 86 Juta sampai Rp 143 Juta, sementara S2 mencapai 9.000- 16.000"
Penulis: Hendrik Naipospos |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Melalui Nuffic Neso, Belanda membuka program studi dan beasiswa kepada pelajar Indonesia yang ingin menjalin pendidikan di Belanda.
Saat ini tercatat lebih dari 4.000 mahasiswa Indonesia mengikuti studi di Belanda, di mana 1,13 persennya berasal dari Sumatra Utara.
Program beasiswa ke Belanda tak hanya diperoleh melalui beasiswa yang disediakan Pemerintah Belanda namun Pemerintah Indonesia juga memfasilitasi pelajar Indonesia dengan berbagai program beasiswa.
"Ada dua program, pertama program dari Pemerintah Belanda, yakni Beasiswa StuNed, Orange Tulip Scholarship, Netherlands Fellowship Programmes, dan Holland Scholarship. Kedua program dari Pemerintah Indonesia, yakni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dikti, Beasiswa Unggulan Kemendikbud, dan Kominfo. Informasi beasiswa juga dapat dilihat di www.nesoindonesia.or.id/beasiswa,"kata Kepala Departemen Promosi EP Nuffic, Han Dommers kepada www.tribun-medan.com di Biro Rektor USU, Selasa (18/10/2016).
Han Dommers juga memberikan penjelasan mengenai program studi non-beasiswa.
Ia menyebutkan, bahwa biaya pendidikan per tahun di perguruan tinggi Belanda mencapai 6.000 EURO atau sekitar Rp 86 Juta. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari dapat mencapai 800 EURO atau sekitar Rp 11 Juta per bulan.
"Biaya studi per tahun untuk program S1 umumnya 6.000- 10.000 EURO atau sekitar Rp 86 Juta sampai Rp 143 Juta, sementara S2 mencapai 9.000- 16.000 EURO atau sekitar Rp 129 Juta sampai Rp 230 Juta. Biaya kebutuhan mahasiswa per bulan disarankan IND (Dinas Imigrasi Belanda) saat ini sekitar 800-1.000 EURO atau sekitar Rp 11 Juta sampai Rp 14 Juta. Ini untuk akomodasi, makan, transportasi, dan hiburan," sambungnya.
Ia juga memberikan gambaran mengenai hubungan Indonesia dan Belanda yang ada di prespektif masyarakat Belanda.
Menurutnya Masyarakat Belanda sangat senang melihat Indonesia. Makanan Indonesia juga banyak dijual di Belanda.
"Reputasi Indonesia bagus sekali di Belanda. Kami menilai Indonesia negara besar, kami mengenal Indonesia sangat dalam di banding negara eropa lainnya. Masakan Indonesia juga banyak di Belanda, dan istri saya adalah orang Indonesia," tandas Han Dommers.
(cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-nuffic-neso-indonesia-menggelar-seminar-tribun_20161018_193306.jpg)