Breaking News:

Ketika Senjata Meletus dan Avtur Tumpah di Kualanamu

DPPU Kualanamu dalam waktu singkat telah "dikuasai" oleh puluhan orang bersenjata.

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Array A Argus
Sejumlah guru asing yang rata-rata berasal dari Filipina menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Klas I Medan. Mereka didata dan ditanyai izin tinggalnya, Kamis (20/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Situasi mencekam terjadi di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Kualanamu milik PT Pertamina, Kamis (20/10/2016).

Puluhan orang bersenjata merangsek ke dalam DPPU dan menyandera para pekerja di dalamnya.

Terdengar letusan senjata api dan beberapa ledakan di sarana dan fasilitas Pertamina tersebut serta terlihat tumpahan minyak avtur dimana-mana.

Skenario ini terjadi dalam simulasi keadaan darurat yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) MOR I sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat di DPPU Kualanamu.

DPPU Kualanamu dalam waktu singkat telah "dikuasai" oleh puluhan orang bersenjata.

Keadaan bahaya ini kemudian dilaporkan oleh pihak DPPU kepada pusat komando dan pengendalian (Puskodal) di kantor region Pertamina.

Tidak selang beberapa lama, General Manager Pertamina MOR I, Romulo Hutapea beserta manajemen berkumpul di ruangan puskodal dan mendeklarasikan keadaan darurat.

Di tempat lain, Direktur Pemasaran Pertamina yang mendapatkan laporan dari General Manager Pertamina MOR I segera berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri hingga diputuskan Batalyon Infantri 100/raider TNI menangani keadaan darurat tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan aparat setempat, yonif 100/raider menyusun strategi dan dalam waktu yang cukup singkat berhasil menumpas para penyandera serta berhasil menguasai kembali DPPU Kualanamu.

Setelah DPPU Kualanamu berhasil diambil alih yonif 100/raider, General Manager Pertamina MOR I melaporkan situasi keadaan aman kepada Direktur Pemasaran.

General Manager Pertamina MOR I Romulo Hutapea mengatakan, simulasi penting untuk antisipasi kondisi darurat.

"Kami berharap kejadian sebenarnya memang tidak terjadi tapi sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat maka kami melakukan simulasi ini,” ujar .

Ia mengatakan, simulasi keadaan darurat yang dilaksankaan pada hari ini terdiri dari tiga skenario yaitu penyanderaan, peledakan dan tumpahan minyak. (pra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved