Feroza Monster Pria Bertato Tabrak Sujana dan Dua Anaknya hingga Seret 5 Meter

'Feroza Monster' itu menabrak motor Honda Vario DK 5076 DC yang dikendarai Indra bersama anaknya.

Tribun Bali/Prima/Dwi S
Grafis. Tribun Bali/Prima/Dwi S 

TRIBUN-MEDAN.com, DENPASAR - Nengah Sujana (34) langsung berteriak minta tolong sembari menangis histeris pada penyanggra dan petugas keamanan begitu tiba di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (26/10/2016) sore.

Ia minta tim medis segera menolong kedua anaknya, Geovani Kevin (5) dan Komang Aulia (3).

Mereka menjadi korban kecelakaan di Jalan Kepaon Indah, Pemogan, Denpasar.

Sujana terus menangis saat mengantar kedua anaknya masuk ke dalam IGD.

Tak dihiraukannya luka lecet yang cukup parah pada tangan kiri dan betis kirinya yang terus mengeluarkan darah.

"Dok, tolong anak saya.. tolong," mohon Sujana yang sempat tak ingin mendapatkan perawatan tim medis karena mengkhawatirkan kondisi dua buah hatinya.

Selain Sujana dan dua anaknya, dua korban lainnya adalah I Putu Indrayasa (46) dan anaknya Ni Putu Putri Sena Indra Maharani (4).

Kelima korban merupakan warga Jalan Mekar, Pemogan.

Sujana dan Putu Indra yang mengendarai sepeda motor dan membonceng anak-anaknya, ditabrak mobil Feroza DK 7120 berwarna gelap dengan ban besar layaknya ‘mobil monster’.

Warga sekitar kejadian, Marjono, mengatakan kejadian bermula saat mobil Feroza yang dikemudikan oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya itu menabrak Sujana yang saat itu membonceng Kevin dan Komang dengan mengendarai motor Yamaha Xeon DK 2251 AR dari arah belakang.

Meskipun dalam kecepatan sedang, Feroza itu membuat Komang dan Sujana terpental dari motor.

Sedangkan Kevin terseret di bawah kolong mobil bersama motor yang dikendarai ayahnya.

“Motor dan seorang anak (Kevin, red) terseret mobil sampai kurang lebih 5 meter,” tuturnya saat ditemui di TKP.

Setelah menabrak dan menyeret Kevin, 'Feroza Monster' itu menabrak motor Honda Vario DK 5076 DC yang dikendarai Indra bersama anaknya, Putri, yang datang dari arah berlawanan.

Menurut kesaksian Marjono, setelah sempat terseret, Sujana kemudian bergegas menggendong Kevin yang bersimbah darah di bawah kolong mobil.

“Bapaknya bersimbah darah sambil menggendong anak cowoknya. Terus dia berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” terangnya.

Marjono mengaku sama sekali tidak melihat sopir Feroza Monster itu membuka pintu mobil dan turun untuk menyelamatkan para korban.

“Habis nabrak mobil itu pergi ke arah Pemogan. Setelah itu, saya lihat lagi mobil itu balik ke arah sini (Jalan Kepaon Indah, red),” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengatakan sopir maut sesaat sebelum menabrak dua pengemudi motor sempat terlihat sedang memainkan handphone.

“Sopirnya tadi lagi main handphone,” terangnya.

Seorang penjual jus di dekat lokasi kejadian, Manik (45), mengatakan sopir mobil sempat ditahan oleh warga setempat usai kejadian.

Suaminya bahkan ikut menahan sopir yang memiliki ciri-ciri berperawakan besar dan tubuhnya penuh tato.

"Suami saya yang tahan di sana biar nggak kabur," ujar Manik, yang tinggal di Jalan Mekar Gang Anggrek Denpasar ini saat ditemui di RSUP Sanglah.

Manik turut mengantar korban ke Sanglah.

Wanita asal Gianyar ini tampak mondar-mandir menghampiri Komang Aulia dan Putri yang sedang mendapat penanganan dari dokter.

Ia mengkhawatirkan kondisi kedua balita yang mendapat luka cukup parah pada bagian wajah mereka.

"Seram sekali kejadiannya. Tiba-tiba menabrak bahkan mobilnya masih sempat mau berjalan lagi, saya langsung ambil anaknya (Putri) dari bawah mobil saat itu," ujar Manik yang sampai lupa mengenakan alas kaki saat mengantar kelima korban menuju RSUP Sanglah.

Kelima korban diantar menggunakan mobil pikap ke RSUP Sanglah.

Sujana terus memeluk Kevin yang menangis kesakitan dan tak peduli bajunya basah oleh darah.

Sementara itu Manik menggendong Komang Aulia, dan Putu Indra menggendong Putri. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved