Legenda Pusuk Buhit

Batu Hobon Terbelah Tersebar di Media Sosial

Batu Hobon satu diantara warisan suku Batak yang menyimpan semua kekayaan budaya Batak kini telah terbelah dan menjadi viral di media sosial.

Batu Hobon Terbelah Tersebar di Media Sosial
Tribun Medan / doc
Foto Batu Hobon terbelah yang beredar di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Batu Hobon satu diantara warisan suku Batak yang menyimpan semua kekayaan budaya Batak kini telah terbelah dan menjadi viral di media sosial.

Disebut Batu Hobon karena bentuknya seperti batu dan berdiameter satu meter dengan bagian bawah berongga. Diperkirakan batu ini merupakan sebuah lorong yang mungkin saja berbentuk goa.

Dulunya tempat ini acapkali diadakan upacara sakral yang masih berlanjut sampai sekarang. Upacara itu diyakini sebagai penghormatan pada roh leluhur sekaligus menerima pewahyuan dari nenek moyang yang dikenal dengan sebutan Tatea Bulan.

batu_hobon
Pondok tempat Batu Hobon di Pusuk Buhit, Samosir.

Baca: Konon Berisi Harta Saribu Raja, Batu Hobon di Pusuk Buhit jadi Situs Keramat

Terbelahnya batu ini mulai beredar di media sosial dan kali pertama diunggah melalui akun facebook bernama Enni Martalena Pasaribu.

Dalam postingannya Enni mengatakan bahwa batu ini telah berusia ribuan tahun yang dimiliki keturunan Tatea Bulan.

Renovasi atau pemugaran ? Situs bersejarah Batu Hobon di Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir milik keturunan Op Guru Tatea Bulan yg berusia ribuan tahun. Seperti terlihat digambar batu sudah terbelah. Dalam mengerjakan proyek ini apakah sudah ada musyawarah ? Siapa yg bertanggungjawab atas ini ? Seharusnya dijaga keasliannya.
Sedih melihatnya

Mengetahui Enni sebagai orang pertama yang mengunggah terbelahnya Batu Hobon, www.tribun-medan.com mencoba menghubungi Enni Martalena Pasaribu dan ia pun menjelaskan kepada www.tribun-medan.com, Sabtu (29/10/2016) malam.

Baca: Ini Keindahan Jalur Singkat ke Gunung Pusuk Buhit

Dari sambungan telepon, Enni menyatakan hancurnya Batu Hobon ini dikarenakan proses renovasi yang tidak terencana dengan baik.

Ia juga mengungkapkan, bahwa proses renovasi tidak pernah meminta izin dengan keturunan Guru Tatea Bulan.

"Tidak ada musyawarah kepada keturunan Guru Tatea Bulan. Saya sudah berdiskusi dengan Ketua Guru Tatea Bulan ND Malau, dan Ketua Pomparan Sariburaja S Pasaribu. Kami meminta ini dihentikan," kata Enni.

pondok_batu_hobon
Pondok tempat Batu Hobon di Pusuk Buhit, Samosir.

Baca: Air Kolam Bidadari di Pusuk Buhit Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit

Enni juga meminta pihak yang melakukan renovasi harus bertanggungjawab. "Kami tidak menerima Batu Hobon ini terbelah. Saya juga selaku Boru Sariburaja tidak terima. Keaslian Batu Hobon sudah dihilangkan,"ujarnya.

Disinggung mengenai pelaku renovasi, Enni tak mengetahui pasti. Namun ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir mengetahui hal ini.

(Cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved