Unjuk Rasa

Mantan Kader Demokrat: SBY Manfaatkan Situasi Merosotnya Posisi Ahok

Susilo Bambang Yudhoyono dianggap punya kepentingan untuk terus mendesak Basuki Tjahaja Purnama agar terus diproses hukum.

Lutfy Mairizal Putra
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di pemakaman mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (21/9/2016) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Susilo Bambang Yudhoyono dianggap punya kepentingan untuk terus mendesak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar terus diproses hukum.

Tak lain agar jalan Agus Harimurti Yudhoyono menjadi Gubernur DKI Jakarta semakin lapang. Hal ini diungkapkan Tri Dianto, bekas kader Partai Demokrat

Menurutnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan ayah Agus, jeli dalam memanfaatkan situasi saat ini, di mana calon petahana didemonstrasi oleh ribuan Umat Islam.

Baca: Panser Anoa Ini Siap Hadang Pendemo Jika Rusuh di Istana Kepresidenan

Gema_Pembebasan_Ahok
Gema Pembebasan Sumatera Utara kembali menggelar aksi mendesak agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera ditangkap. Ahok dianggap menghina Al Quran dan ulama, Sabtu (29/10/2016).Tribun-Medan.com/ Array Argus

"‎Pak SBY jeli memanfaatkan situasi saat ini. Bagi Pak SBY, situasi seperti sekarang ini ibaratnya makanan empuk untuk menaikkan Agus di atas merosotnya posisi Ahok," kata Tri Dianto melalui pesan singkatnya, Jumat (4/11/2016).

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat itu menuturkan, konferensi pers yang dilakukan SBY di Cikeas, secara politik memberikan tekanan kepada kepolisian untuk memproses hukum petahana.

Pernyataan SBY yang mengatakan aksi unjuk rasa akan tetap berlangsung jika petahana tidak diproses hukum, menurut Tri Dianto seperti sebuah ancaman.

"Konpers kemarin di Cikeas secara politik adalah tekanan kepada Polri untuk segera mengandangkan Ahok dan sekaligus mengajak agar demo makin besar."

Baca: Ribuan Pengunjuk Rasa Ahok akan Diarahkan ke Lapangan KS Tubun demi Antisipasi

Ahok
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara Launching Penggalangan Dana Ahok-Djarot "Kampanye Rakyat: Berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi" di Rumah Lembang, Jakarta, Selasa (1/11/2016). Acara gerakan penggalangan dana tersebut merupakan wujud kampanye terbuka untuk mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama berpartisipasi dalam kampanye secara aktif dan sukarela. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

"Bahkan, Pak SBY seperti mengancam demo akan terus berlangsung sampai Lebaran Kuda kalau aspirasi para pendemo tidak dipenuhi," tutur pria yang pernah maju sebagai calon ketua umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa di Bali‎ itu.

Masih kata Tri Dianto, strategi SBY adalah seolah-olah membela diri dari berbagai macam tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Padahal, menurutnya, ‎ tujuan SBY adalah menekan Polri, sekaligus semakin memerosotkan Ahok.

"Dan akhirnya nanti mengalahkan jagonya Pak Jokowi dan Bu Mega di Pilgub DKI. Sekarang ini Pak SBY seperti sedang menari-nari menikmati situasi," cetus Tri. (*)

Sumber: Warta kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved