Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Tujuh Sekolah Negeri Dilaporkan Lakukan Pungli

Ada tiga kategori, yaitu pungli komite, pungli bimbingan belajar (bimbel), dan pungli uang insidental

Tujuh Sekolah Negeri Dilaporkan Lakukan Pungli
Kompasiana

"Gak tahu kalau itu (dilaporkan ke wali kota). Kalau uang komite memang ada, uang baju juga ada pas waktu masuk pertama sekolah," ujarnya.

Mata Pelajaran Berenang
Anggota Komisi B DPRD Medan Rajuddin Sagala meminta Ombudsman memberikan temuan mereka tersebut ke Komisi B. Pasalnya, setelah mengetahui nama sekolah, dewan dapat melakukan pengawasan. "Ombudsman perlu juga memberikan data tersebut ke kami," kata Rajuddin.

Politikus PKS ini menegaskan, dengan adanya temuan ini diharapkan Wali Kota Medan segera menindaklanjutinya. "Segera lakukan tindakan tegas. Jangan setiap tahun ini-ini saja permasalahan kita di sekolah. Jangan dibiarkan pungli di dunia pendidikan," ujarnya.

Kemarin, Dedy, orangtua siswa SMA Negeri 3 Medan yang datang ke Balai Kota mengungkapkan, anaknya kerap diminta uang berenang setiap minggu dari sekolah. Anehnya, kegiatan berenang yang masuk dalam mata pelajaran olahraga itu tak pernah dilakukan anaknya.

Warga Medan Deli ini menambahkan, pungutan itu telah berlangsung sejak anaknya masuk sekolah. "Bukan soal Rp 10 ribunya itu saya keberatan. Cuma kalau kegiatan tak pernah ada untuk apa saya harus membayar," katanya.

Baca: Sekali Jalan, Bus ALS Kena Pungli Hingga Rp 1 Juta

Menanggapi hal ini, Humas SMA Negeri 3, Zulfa saat dikonfirmasi mengakui kegiatan berenang memang sudah tidak ada lagi. Namun pihaknya membantah kegiatan itu tidak pernah dilakukan.

"Kegiatan renang merupakan bagian dari materi pembelajaran olahraga. Secara teknis saya tidak tahu bagaimana. Cuma kemungkinan ada praktik-praktik gaya renang yang harus dilakukan," katanya.

Lantaran materi pembelajaran renang termasuk mata pelajaran olahraga, Zulfa menjelaskan seluruh siswa harus mengikuti.

"Namun, ya, tergantung siswanya juga. Gak masalah kalau mereka tidak mau ikut renang. Mungkin ada siswa mempunyai masalah jantung, gak bisa kami paksakan," katanya.(cr4)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved