Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Jeritan Histeris Ibu dari Balita Korban Ledakan Bom: Ya Tuhan . . . Selamatkan Anak Kami

Empat orang anak-anak, bayi usia di bawah lima tahun, mengalami luka-luka dihantam bom yang diledakkan seorang mantan narapidana kasus terorisme

Jeritan Histeris Ibu dari Balita Korban Ledakan Bom: Ya Tuhan . . . Selamatkan Anak Kami
(Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto)
Tiga dari empat anak-anak usia di bawah lima tahun (Balita) korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi. Seorang ibu histeris menangisi anaknya yang terluka (kanan). (Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto) 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMARINDA, TRIBUN - Empat orang anak-anak, bayi usia di bawah lima tahun, mengalami luka-luka dihantam bom yang diledakkan seorang mantan narapidana kasus terorisme.

Anak-anak itu bersama orangtua mereka, usai mengikuti ibadah Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo No 32, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11) pagi, lokasi ledakan.

Ketika jemaat tengah beribadah dipimpin pendeta Elmun Rumahorbo, sekitar pukul 10.15 Wita, bom tiba-tiba meledak. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Empat anak-anak yang menjadi korban luka-luka bakar; adalah Intan Olivia Banjarnahor (perempuan usia 2,5 tahun), kondisinya kritis; Anita Kristobel Sihotang, usia 2 tahun, kondisinya juga kritis; Alvaro Aurelius Tristan Sinaga, usia 4 tahun (luka bakar) dan Triniti Hutahayan usia 3 tahun mengalami luka bakar. (Selengkapnya lihat infografik)

korban ledakan bom gereja oikumene3
Tiga dari empat anak-anak usia di bawah lima tahun (Balita) korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi. Seorang ibu histeris menangisi anaknya yang terluka (kanan). (Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto)
 

Baca: Ini Nama-nama 4 Anak yang Jadi Korban Bom Gereja

Hingga Minggu malam, para korban masin dirawat di Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis Samarinda dan RSUD AW Syahranie Samarinda. Beberapa saksi mata melihat seseorang melemparkan bom molotov ke arah depan gereja.

Pelaku adalah Johanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, diduga residivis, pelaku teror bom buku di Jakarta dan kota sekitarnya tahun 2011.

jihaddds
SEORANG balita korban Gereja Oikumene bernama Intan Marbon (2,5 tahun) yang menderita luka paling parah dibawa ambulans untuk dirujuk Rumah Sakit AW Sjahranie Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). Ledakan bom itu menyebabkan lima orang terluka yang semuanya merupakan masih anak-anak, empat di antaranya mengalami luka bakar parah, sementara seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. (Antara)

Baca: Nelayan Ikut Kejar Terduga Pelaku Pengeboman yang Terjun ke Sungai Mahakam

Johanda lahir di Bogor, Jawa Barat. Alamat sesuai KTP Perum Citra Kasih Blok E No 030 Neohon Kelurahan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat nomor: 2195 / pidsus/2012/PNJKT.BAR tenggal 29 Februari 2012, Jo dihukum 3 tahun 6 bulan tahanan, dan dinyatakan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi pada 28 Juli 2014.

Beberapa ibu, jemaat Gereja Oikumene, yang datang menjenguk Intan Olivia Banjarnahor saat dipindahkan dari UGD Rumah Sakit Inche Abdoel Muis, Samarinda Sebrang, ke RSUD AW Syahranie, Samarinda, kemarin sore, tak kuat melihat kondisi bocah ini.

Baca: Tokoh Agama Islam dan Kristen Serukan Kesejukan Sikapi Ledakan Bom Lukai 4 Anak-anak

"Ya Tuhan, tolong anak kami," ujar seorang ibu sambil meneteskan air mata. Wajah polos bocah ini tertutupi perban dan goresan luka bakar sekujur tubuh, dari kepala hingga kaki.

Ibu-ibu tak kuasa menahan air mata. Sejenak suasana berubah menjadi hening. Mereka berdoa bersama. Ada pula yang terus menyebut nama Tuhan. "Tuhan Yesus selamatkan anak kami," ujar seorang ibu.

Dokter Andri, dokter jaga di RS Abdul Moeis, mengatakan dua korban, Intan dan Triniti, mengalami luka bakar sangat serius. Keduanya harus dirujuk ke RS AWS Samarinda lantaran harus mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

pelaku peledakan bom gereja oikumene samarinda1
Terduga pelaku peledakan bom di gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016), ditangkap usai melontarkan peledak. (Hand-over/media sosial)

Baca: Inilah Foto-foto Pelaku Peledakan Bom di Gereja Oikumene yang Beredar, Apakah Anda Mengenalinya?

"Dua korban, Intan dan Triniti mengalami luka sangat serius dan terpaksa dirujuk ke RS Umum AW Syahrawie karena di sana lebih lengkap dokter dan alat-alatnya. Sementara kondisi dua korban atas nama Anita dan Alvaro stabil dan bisa dirawat di sini," kata dokter Andri.

Menurut Andri, luka bakar Alvaro dan Anita sekitar 17 persen. Sementara Intan dan Triniti cukup serius 60-70 persen. "Semua pasien kena bagian wajahnya, dan paling parah adalah pasien bernama Intan," ujarnya.

Siapa sebenarnya sosok pelaku? Apakah ia terkait dengan jaringan teroris? Baca selengkapnya di Tribun Medan edisi cetak, Senin (14/11/2016)

Yuk, berinteraksi!
Salurkan pendapat kamu, bebas asal bertanggung jawab, melalui kanal media sosial Tribun Medan
Cukup like/suka fan page facebook: tribun-medan.com
Follow twitter: @tribunmedan
Tonton Youtube unik: Tribun Medan
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved