Abdyadi: Kasus Mi Kuning Berbahan Boraks Harus Dibuka

Abyadi mengatakan, jika BBPOM menutup-nutupi kasus ini, tentu integritasnya patut dipertanyakan.

Abdyadi: Kasus Mi Kuning Berbahan Boraks Harus Dibuka
Tribun Medan / Array
Petugas BBPOM menggerebek lokasi pembuatan mi berbahan soda api di Jl Kawat III, Lingkungan XVIII, Gang Padi, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. Satu karung soda api dan borax ditemukan di dalam gudang, Senin (7/11/2016) sore. (Tribun Medan / Array) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Kasus penemuan mi kuning berbahan soda api, boraks dan formalin di pabrik Jalan Kawat III, Lingkungan XVIII, Gang Padi, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli yang ditangani Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan tidak jelas perkembangannya.

Sampai saat ini, kasus tersebut mengendap, dan tidak diketahui apakah pemilik pabrik bernama Hanriza dan isterinya Aci telah diperiksa atau belum.

Kepala BBPOM Medan Alibata Harahap yang sejak seminggu lalu dihubungi tribun-medan.com sampai saat ini tak memberikan jawaban.

Baca: Mi Kuning Berbahan Soda Api Dijual Rp 17 Ribu Per 2,5 Kg

Alibata sama sekali tak merespon panggilan dan pesan singkat ketika ditanya mengenai perkembangan kasus ini.

"BBPOM harusnya terbuka dalam menangani kasus ini. Jangan pula, BBPOM membangun ketidakpercayaan publik," ungkap Kepala Ombudsman RI Sumut, Abyadi Siregar, Senin (14/11/2016).

Abyadi mengatakan, jika BBPOM menutup-nutupi kasus ini, tentu integritasnya patut dipertanyakan. Kedepan, kata Abyadi, kepercayaan publik terhadap BBPOM akan hilang.

"Dalam menangani sebuah kasus tidak perlu sembunyi-sembunyi. Jelaskan saja, sudah sejauh mana perkembangan pemeriksaan terhadap pelakunya," ungkap Abyadi.

Abyadi Siregar mengingatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan untuk tidak boleh berdamai dengan pemilik gudang.

"Kalau sudah ditangkap, harusnya kasus ini ada penyelesaiannya. Endingnya harus jelas. Jangan pula ada damai," katanya.

Ia mengatakan, Ombudsman RI menunggu laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan atas penyebaran mi kuning ini. Jika tidak ada tindaklanjutnya, Ombudsman akan mendatangi BBPOM guna meminta klarifikasi.

"Kami akan melihat kasus ini sudah sejauh mana penanganannya. Kami tunggu laporan dari masyarakat," ungkap Abyadi.

BBPOM menemukan barang bukti 650 Kg mi kuning berbahan soda api, formalin dan boraks di pabrik milik Hanriza, Senin (7/11/2016) lalu. Ditemukan pula mi lidi bermerk Cap Padi yang diduga menggunakan pewarna textil sebanyak 560 bungkus.

Pasca-penemuan itu, BBPOM tak kunjung memberikan informasi sudah sejauh mana perkembangan kasusnya. Padahal, per harinya pabrik mi tersebut memproduksi 1 ton mi kuning berbahaya yang disebar ke empat pasar tradisional di Medan.

Terkait penggerebekan ini, banyak warga yang khawatir dan bertanya-tanya atas perkembangan kasusnya. Namun, pihak BBPOM terkesan sengaja mempeti eskan kasus ini hingga sekarang. (ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved