Dihukum 4 Tahun, Khaidar Sebut Hakim Pikun dan Jaksa Pesong

Ia menyebut, aparat pajak tidak adil menangani kasus ini. Pasalnya, mengingat aparat pajak tidak pernah 'menyentuh' pengurus koperasi yang lama.

Dihukum 4 Tahun, Khaidar Sebut Hakim Pikun dan Jaksa Pesong
Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan
Mantan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Pertamina, Khaidar Aswan mendengarkan pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/11/2016). Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Divonis empat tahun, Khaidar Aswan meluapkan kekesalannya usai bersidang di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/11/2016).

Mantan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Pertamina ini keberatan atas vonis Majelis Hakim Ketua Parlindungan Sinaga yang menyebutnya bersalah atas kasus tindak pidana penggelapan pajak PT Pertamina Medan tahun 2010-2012 senilai Rp 9,67 miliar.

"Hakim pikun, jaksa (jaksa penuntut umum) pesong," hardik Khaidar Aswan di luar ruang sidang.

Baca: Terbukti Gelapkan Pajak, Khaidar Aswan Divonis 4 Tahun

Ia menyebut, aparat pajak tidak adil menangani kasus ini. Pasalnya, mengingat aparat pajak tidak pernah 'menyentuh' pengurus koperasi yang lama. Padahal, kata Khaidar, tahun 2010-2012, ada berkisar Rp 26 miliar tunggakan pajak yang tidak pernah dibayarkan pengurus yang lama.

"Kalau mau fair, harusnya mereka (pengurus lama) juga ditetapkan sebagai tersangka. Saya sudah bayar Rp 5 miliar lebih untuk tunggakan pajak pengurus koperasi yang lama," katanya kesal.

Khaidar Aswan mengklaim dalam kepengurusan Kopkar Pertamina tak hanya melibatkan dirinya. Khaidar juga menyebut nama kepengurusan yang lain yakni Kusnadi selaku sekretaris, OK.M. Ridho selaku bendahara dan Nazarudin selaku Manajer Koperasi.

Sementara sejak tahun 2010, juga menunggak pajak sebesar Rp 26.499.317.715 di mana saat itu Koperasi Pertamina saat itu dipimpin yang lain.

"Supaya kalian tahu, pajak koperasi yang tertunggak sejak 2007 sebelum saya, itu Rp 26 miliar tapi dibiarkan. PNS penyidik diduga menerima uang suap termasuk jaksa juga.Kenapa ini gak pernah diusut," ujarnya.

Sebelumnya di persidangan, Khaidar Aswan langsung menyatakan banding atas vonis hakim. 

"Saya ajukan banding. Saya di sini bukan mencari hukuman, saya di sini mencari keadilan," katanya. (cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved