Pilkada Siantar

Wesly Silalahi Beberkan Dugaan Kecurangan di Pilkada

Disebut ada orang yang berasal dari Labusel yang ditugaskan untuk mengumpulkan semua C6 tersebut.

Wesly Silalahi Beberkan Dugaan Kecurangan di Pilkada
Tribun Medan/Joseph Wesly Ginting
Calon Wali Kota Siantar Wesly Silalahi saat membuat laporan di Panwas Siantar, Rabu (16/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Ginting

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Pasangan calon wali kota Siantar, Wesly-Sailanto meminta agar Pilkada Kota Pematang Siantar dibatalkan.

Menurutnya pilkada harus batal karena "langkanya" C6 (undangan memilih) yang beredar.

"Tidak ada C6 yang beredar. Warga tidak memilih karena tidak memiliki C6," kata Wesly di Panwas Siantar, Rabu (16/11/2016).

Wesly mengaku mengetahui orang yang bertanggungjawab terkait minimnya C6. Dia menuding mantan Wali Kota Siantar Hulman adalah biang keladi dari permasalahan tersebut.

"Siapa nomor dua? Hulman," katanya.

Baca: Hulman Sitorus Unggul Sementara

Pernyataan Wesly diamini oleh Ketua DPC PDIP Siantar, Timbul Lingga. Pria bertubuh tambun ini mengatakan untuk memuluskan hal tersebut, katanya ada orang yang berasal dari Labusel yang ditugaskan untuk mengumpulkan semua C6 tersebut.

"C6 tersebut dibawa oleh seseorang dan diberikan kepada pihak lain," katanya.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa mereka dicurangi. Banyak surat suara  yang dibatalkan oleh seseorang sehingga perolehan suara mereka tidak dihitung.

"Di TPS Lima kelurahan Nagapitu, Siantar Martoba suara pasangan Wesly dibatalkan sehingga ratusan suara tidak dihitung," katanya.

Hingga saat ini, berdasarkan hitungan sementara pasangan nomer dua, Hulman-Efriasnyah unggul. Namun hasil tersebut masih mungkin berubah karena belum merupakan hasil pleno KPU Siantar. (wes/tribun-medan.com)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved