Kasus Ahok

Mantan Ketua KPK soal Ahok: Sudah Dicegah, Barang Bukti Ada di Bareskrim, Jadi Penahanan Tidak Perlu

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum Busyro Muqoddas mengatakan langkah kepolisian menangani kasus Ahok sudah tepat sesuai undang-undang.

Mantan Ketua KPK soal Ahok: Sudah Dicegah, Barang Bukti Ada di Bareskrim, Jadi Penahanan Tidak Perlu
Busyro Muqoddas 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama, polisi tidak menahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Namun, penyidik Bareskrim Polri tetap perlu mengajukan permohonan kepada Imigrasi untuk mencegah calon gubernur nomor urut dua Pilkada DKI Jakarta itu ke luar negeri.

Mantan Ketua Komisi Pemberansatan Korupsi (KPK) dan kini menjabat Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum Busyro Muqoddas mengatakan langkah kepolisian menangani kasus Ahok sudah tepat sesuai undang-undang.

"Soal penahanan yang dilakukan Polri sudah sesuai dengan tahapan yang sudah dipertimbangkan dalam hukum acara pidana," ujar Busyro di kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (16/11/2016).

Baca: Tak Kalah Heboh, Kini Sindirian Ahok Soal Lebaran Kuda ke SBY Banjir Komentar

Fadli Zon
Wakil Ketua DPR Fadli Zon memimpin rapat gabungan Komisi I dan Komisi III di Ruang Rapat Badan Anggaran, Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2016). Rapat gabungan tersebut membahas penanggulangan terorisme, pemberian amnesti dan kebijakan bebas visa.

Baca: Fadli Zon Dapat Ucapan Selamat Setelah Ahok Ditetapkan Tersangka

Menurut dia penahanan Ahok menjadi tidak relevan karena penyidik sudah meminta Imigras mencegahnya bepergian ke luar negeri.

"Sudah ada pencegahan ke luar negeri maka penahanan tidak relevan lagi, barang bukti juga pasti sudah ada di Bareskrim," tambah Ahok.

Busyro mengajak masyarakat terus mengawal kasus ini ke tingkat selanjutnya baik di Kejaksaan maupun di pengadilan.

Menurut dia mengawal seluruh proses hukum lebih positif daripada kembali menggelar demonstrasi karena nyatanya Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka.(*)

***

Yuk, berinteraksi!
Salurkan pendapat kamu, bebas asal bertanggung jawab, melalui kanal media sosial Tribun Medan
Cukup like/suka fan page facebook: tribun-medan.com
Follow twitter: @tribunmedan 
Tonton YouTube:  Tribun Medan
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved