Aliran Kepercayaan Parmalim Berdoa Untuk Kebhinnekaan Indonesia

Oppu Dippuan Simanjuntak, mengatakan bahwa berdoa untuk kebhinnekaan Indonesia merupakan kebiasaan mereka.

Tayang:
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Penganut aliran Kepercaayan Parmalim saat melakukan ibadah di parsaktian Kepercayan Parmalim di Huta Tinggi, Lagu Boti, Kecamatan Tobasa, Sabtu (19/11/2016). (Tribun Medan/Royandi Hutasoit) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, LAGUBOTI- Penganut Kepercayaan Parmalin yang berdomisili di Huta Tinggi, Laguboti, Kabupaten Tobasa mendoakan kebhinekaan di Indonesia tetap terjaga.

Acara berdoa untuk kebhinnekaan Indonesia ini dilakukan penganut Kepercayaan Parmalim dalam ibadah mar ari Sabtu di rumah parsaktian penganut Kepercayaan Parmalim, Sabtu (19/11/2016)

Dalam ibadah ini penganut Kepercayaan Parmalim ini berdoa menggunakan bahasa sehari-hari mereka yaitu bahasa Batak Toba.

Saat berbincang dengan wartawan, Ulu Punguan Kepercayaan Parmalim di Huta Tinggi, Oppu Dippuan Simanjuntak, mengatakan bahwa berdoa untuk kebhinnekaan Indonesia merupakan kebiasaan mereka.

Baca: Warga Parmalim Terpaksa Kosongkan Agama Mereka di KTP

"Ini bukan acara khusus mendoakan tetang persatuan Indonesia. Karena kami memang selalu mendoakannya di setiap ibadah mar ari Sabtu," katanya.

"Apalagi saat ini kan ada persoalan Kebhinnekaan yang lagi dibahas-bahas. Jadi kali ini kami lebih meneguhkan hati untuk berdoa dalam persoalan ini," tambah Oppu Dippuan Simanjuntak. 

Baca: Penganut Parmalim Tidak Konsumsi Daging Babi

Aliran Kepercayaan Parmalim saat ini menurut para penganutnya berjumlah 5.005 jiwa per tahun 2015, dan tersebar di seluruh Indonesia. (ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved