Panglima: 70 Persen Konflik Dunia karena SDA, Bukan Akibat Agama

"Pak Jokowi pernah sebutkan kekayaan sumber daya alam bisa menjadi malapetaka buat Indonesia," kata Gatot.

Panglima: 70 Persen Konflik Dunia karena SDA, Bukan Akibat Agama
Tribun Medan/Hendrik Naipospos
Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di Medan Internasional Convention Center (MICC), Sabtu (19/11/2016). (Tribun Medan/Hendrik Naipospos) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, 70 persen lebih konflik di dunia terjadi dikarenakan persoalan energi, bukan ideologi atau agama.

Untuk itu ia mengajak suruh masyarakat untuk mewaspadai kompetisi global, karena Indonesia negara yang sangat kaya yang diapit dua samudra dan dua benua.

"27 tahun lagi sudah dipastikan dunia akan krisis energi. Kita harus tahu perspektif ancaman, kita harus waspada," sebut Gatot saat memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa UISU di Medan Internasional Convention Center (MICC), Sabtu (19/11/2016).

Baca: Demi Kuliah Umum Semangat Kebangsaan, Panglima TNI Batal Jumpa Calon Besan

Ia menceritakan, berdasarkan survei, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi paling menjanjikan setelah Tiongkok.

Dengan predikat ini, berbagai negara asing berlomba menguasai Indonesia. Sehingga turut mengancam kedamaian dan keamanan dalam negeri.

"Kita akan dibuat tidak aman dan tidak damai, karena ini membuat iri negara lain. Kita harus satu visi dan satu langkah. Pak Jokowi pernah sebutkan kekayaan sumber daya alam bisa menjadi malapetaka buat Indonesia," sambung Gatot.

Ia juga menuturkan, bahwa ancaman turut hadir dari dalam negeri. Seperti halnya ancaman terorisme dan narkoba.

Gatot menuturkan bahwa dua persen penduduk Indonesia merupakan pencandu narkoba. Di mana 15 ribu jiwa meninggal setiap tahun karena narkoba.

"Narkoba sangat mengancam NKRI. Ini tujuannya untuk menciptakan Indonesia sebagai negara yang o'on (bodoh)," sebutnya. (cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved