Breaking News:

Ini Masing-masing IPK Pasangan Cagub Jakarta saat Kuliah, Punya Ahok Gak Disangka

Nah, di DKI Jakarta, tiga pasangan calon merupakan lulusan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

DOK. KOMPAS.COM
Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari kiri ke kanan: Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saeful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. 

Anies-Sandi

Anies Baswedan
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diabadikan saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). Anies dan Sandiaga resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub Pilkada DKI Jakarta, setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan kental dengan dunia pendidikan.

Selain mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja, penggagas dan pendiri Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar ini merupakan mantan Rektor Universitas Paramadina.

Anies menamatkan S-1-nya pada Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada.

Kuliah antara tahun 1989 hingga 1995.

Semasa kuliah pada Universitas Gadjah Mada, Anies dikenal sebagai organisatoris.

Dia pernah bergabung pada Himpunan Mahasiswa Islam, mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi pada Universitas Gadjah Mada, Ketua Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Pada tahun 1993, Anies mendapat beasiswa dari untuk JAL Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas di Sophia University, Tokyo dalam bidang kajian Asia.

Baca: Agus Yudhoyono Tolak Permintaan Bicara Politik di Masjid

Lulus S-1, cucu pejuang kemerdekaan RI, Abdurrahman Baswedan ini kemudian melanjutkan S-2 School of Public Affairs, University of Maryland, College Park, Amerika Serikat pada tahun 1997. 

Dia belajar keamanan internasional dan kebijakan ekonomi.

Lalu melanjutkan lagi S-2-nya, namun bidang ilmu politik pada Northern Illinois University, Amerika pada tahun 1999.

Pada Northern Illinois University, Anies dikenal sebagai mahasiswa berprestasi.

Atas prestasinya, dia pernah meraih beasiswa Gerald S Maryanov Fellow.

Kendati dia pernah menjadi mahasiswa berprestasi dan mantan rektor, namun meminta mahasiswa tak mengandalkan IPK dalam meniti jenjang karier.

Permintaan itu disampaikan saat dia membawakan kuliah umum di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/9/2016).

"IPK yang tinggi itu hanya mengantarkan sampai meja wawancara, namun sukses pascawawancara ditentukan oleh pengalaman organisasi dimana kita menjalankan banyak peran dan relasi," kata dia.

Ketika Anies pernah meminta mahasiswa tak mengandalkan IPK, tapi ternyata pasangannya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno ternyata juga peraih IPK 4,00 pada tahun 1992.

Sandiaga merupakan lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude pada tahun 1990.

Dia melanjutkan studi di George Washington University, Amerika Serikat kemudian juga lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 pada tahun 1992.(*)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved