FKPD Gelar Doa Bersama Untuk Pererat Semangat Kebhinnekaan
"Mari kita kedepankan nilai-nilai kebersamaan walaupun ada perbedaan tapi kita harus tetap bersatu," ujar Anthony Siahaan.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit
TRIBUN-MEDAN.com,PEMATANGSIANTAR-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Pematangsiantar melakukan doa bersama untuk mengeratkan semangat kebhinnekaan masyarakat Kota Pematangsiantar di Lapangan Adam Malik, Kamis (24/11/2016).
Acara yang diprakarsai oleh Kebangpolinmas dan Korem 022/Pantai Timur dihadiri ratusan orang dari kalangan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian, aparatur sipil segara, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, pelajar, dan pengurus partai politik.
Acara doa bersama ini langsung dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI),H.M. Ali Lubis dan berlangsung dengan Khusuk meski hanya beralaskan tikar seadannya.
Baca: Puluhan Ribu Umat Budha Akan Gelar Doa Bersama
Penjabat Wali Kota Pematangsiantar, Anthony Siahaan, mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar seluruh masyarakat berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kerukunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dapat tetap terjaga dengan baik.
"NKRI merupakan negara kepulauan dari Sabang sampai Merauke, dimana kemerdekaan kita telah dicapai oleh para Pahlawan pendahulu kita. Maka untuk itu mari tetap kita jaga persatuan dan kesatuan. Sebagai negara yang juga menjunjung demokrasi, mari kita kedepankan nilai-nilai kebersamaan walaupun ada perbedaan tapi kita harus tetap bersatu," ujarnya.
Ditambahkan, Kota Pematangsiantar baru saja selesai melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Plikada), yang semuanya berlangsung baik serta dalam situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, masyarakat juga dihimbau untuk tetap menjaga ketenteraman yang sudah berlangsung dengan baik di kota ini. “Mari kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Komandan Korem (Danrem) 022/Pantai Timur, Kol. Inf Gabriel Lema mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Perbedaan dan keragaman anak bangsa merupakan keindahan dan kebhinekaan yang harus terus dijaga, karena NKRI harga mati.
"Bangsa kita adalah bangsa yang kuat, kita bangsa yang besar. Mari tetap kita jaga persatuan dan kesatuan ini sehingga bangsa ini dapat teguh berjalan,” tegasnya.
Danrem juga mengajak semua elemen mayarakat, apakah tokoh agama, tokoh pemuda untuk bersatu padu, mengingat ancaman masih terus datang untuk memecah belah kesatuan NKRI. Sejak dini, semua elemen harus dapat mendeteksi awal adanya ancaman itu. Sebab masyarakatlah sebagai garda terdepan yang harus mengetahuinya.
Danrem mengharapakan kegiatan ini dapat menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Mari kita jaga harga diri bangsa ini, karena NKRI harga mati,"tandasnya.
Ketua DPRD, Eliakim Simanjuntak, dalam kesempatan ini mengajak para kaum muda, mahasiswa dan pelajar untuk tetap menjaga ketenteraman di Kota Pematangsiantar. Apalagi para pelajar yang masih usia labil, diharapkan untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi tawuran. "Kepada para pelajar, saya himbau jangan terlibat tawuran,” katanya.
Eliakim juga mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang berhasil menjaga suasana kondusif di Kota Pematangsiantar.
"Mari terus kita jaga ketenteraman di kota yang kita cintai ini,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat ini juga mengapresiasi kegiatan Doa Bersama ini dan meminta agar kedepan Pemko Pematangsiantar untuk menampung anggarannya agar kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin. Hal ini mengingat, pentingnya untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan yang dibarengi dengan pertumbuhan keimanan. (ryd/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/doa_bersama_siantar_20161124_202541.jpg)