SBY Sudah 'Mancing-mancing', Tapi Belum Juga Dipanggil ke Istana

Riza mengatakan, ia menyadari posisi SBY terhadap Jokowi. Sebagai mantan presiden selama dua periode, SBY dinilainya akan merasa lebih senior.

SBY Sudah 'Mancing-mancing', Tapi Belum Juga Dipanggil ke Istana
Abror/presidenri.go.id
Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden dan Presiden terpilih Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata membahas proses transisi kepemimpinan, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Agustus 2014 silam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menilai, Presiden Joko Widodo sebaiknya melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut dia, pertemuan keduanya akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak ada masalah dan sebagai bentuk konsolidasi politik pemerintah.

“Saya pribadi ingin, dan bangsa ingin Pak Jokowi bertemu Pak SBY. Boleh jadi, masing-masing merasa tidak pas. Tapi, perlihatkan lah kerukunan kepada rakyat,” kata Riza, dalam diskusi “Peta Politik Pasca-4/11: Mempertanyakan Loyalitas Partai-Partai Pendukung Jokowi”, di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Baca: SBY yang Dulu Santun Dinilai Berubah Setelah Anaknya Jadi Cagub DKI

Ia mengatakan, tak masalah siapa yang menginisiasi pertemuan itu.

Riza mengatakan, ia menyadari posisi SBY terhadap Jokowi. Sebagai mantan presiden selama dua periode, SBY dinilainya akan merasa lebih senior daripada Jokowi.

Sementara, dari jabatan kepartaian, SBY merupakan pucuk pimpinan, sedangkan Jokowi hanya "petugas partai".

“Saya kira yang mulai dia yang lebih mulia,” ujar Riza.

“Tapi sebenarnya, kalau kita pahami, Pak SBY sudah mancing-mancing. Terus, naik ke Wapres kan begitu, tapi belum juga dipanggil (ke Istana),” lanjut dia.

Seperti diketahui, pasca-aksi unjuk rasa damai yang dilakukan sejumlah ormas keagamaan pada 4 November lalu, Presiden Jokowi telah mengundang sejumlah ketua umum parpol ke Istana Negara.

Mereka adalah Megawati Soekarnoputri (PDI-P), Surya Paloh (Nasdem), M Rommahurmuziy (PPP), dan Setya Novanto (Golkar). (Kompas.com/Dani Prabowo)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved