JR Saragih Dituding Gunakan 'Cara Kotor' Saat Musda Demokrat

Terpilihnya Bupati Simalungun JR Saragih sebagai Ketua Demokrat Sumut dituding menggunakan 'cara kotor' untuk meraup suara

Tribun Medan / Array
Puluhan kader Partai Demokrat Sumut saat menggelar aksi di depan kantor DPD Demokrat Jl STM Medan. Sebanyak 12 DPC Demokrat Sumut menggugat kepemimpinan JR Saragih, Selasa (29/11/2016). (Tribun Medan / Array) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terpilihnya Bupati Simalungun JR Saragih sebagai Ketua Demokrat Sumut dituding menggunakan 'cara kotor' untuk meraup suara sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumut.

"Pelaksanaan musda ke III Partai Demokrat Sumut melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai. Diduga, pelaksanaan musda kemarin terjadi politik kotor dengan melakukan tindakan money politik," kata Yusuf Tambunan dari Forum Penyelamat Partai Demokrat, Selasa (29/11/2016).

Menurut Yusuf, pelanggaran Anggaran Dasar partai yang terjadi pada musda kemarin sesuai dengan Bab 11, Pasal 1 ayat (1), Pasal 86 ayat 3 point A, B dan E.

Pada Anggaran Rumah Tangga, kata Yusuf, pelaksanaan musda melanggar Pasal 102 ayat (5).

Baca: Demokrat di Tangan JR Saragih Mati Suri

"Kami meminta kepada Ketua Umum Partai Demokrat untuk dapat membatalkan hasil musda ke III kemarin. Kemudian, kami meminta agar Ketua Umum Partai Demokrat mengangkat Plt DPD Demokrat untuk melanjutkan persiapan musda yang lebih capabel," kata Yusuf.

Hal senada juga disampaikan Nur Hasanah. Mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 ini turut menolak hasil musda ke III Partai Demokrat Sumut.

"Musda adalah harapan semua kader akan adanya pembaharuan dan pencerahan serta solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Namun, setelah musda berakhir, komposisi tidak mengakomodir keinginan sejumlah kader," kata Nur Hasanah.

JR Saragih
Bupati Simalungun JR Saragih menangis saat jumpa pers Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Hotel Inna Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2016).

Ia juga menduga, terjadi kecurangan pada pelaksanaan musda kemarin. Disinyalir, terpilihnya JR Saragih karena adanya indikasi money politik.

Pantauan www.tribun-medan.com, sejumlah petugas dari Polsek Delitua turun ke lokasi guna mengamankan jalannya aksi.

Beberapa polisi menyebar untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan antar sesama kader Demokrat.

(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved