Aksi 2 Desember

Aksi Gelar Sajadah di Jalan Tetap Dilaksanakan saat Aksi 212

"Untuk peserta aksi yang sudah mendaftar sekitar 100.000 orang. Aksi gelar sajadah tetap kami laksanakan," kata Uztaz Zulkarnain.

Tribun-Medan.com/ Array Argus
Wasekjend MUI, KH T Zulkarnain (berjubah putih) berdiri di depan pintu masuk Masjid Agung meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk ditangkap. Zulkarnain menyebut Ahok itu kafir yang tak faham ilmu tafsir, Jumat (28/10/2016). (Tribun-Medan.com/ Array Argus) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Kepolisian Republik Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia sempat membahas pelarangan adanya aksi gelar sajadah di jalan. Namun, di Sumatera Utara, khususnya Medan, aksi gelar sajadah di jalan tetap dilaksanakan.

"Untuk peserta aksi yang sudah mendaftar sekitar 100.000 orang. Aksi gelar sajadah tetap kami laksanakan, dengan berkordinasi kepada Kapolda Sumatera Utara," ungkap Kordinator Gerakan Anti Penistaan Agama Islam Sumatera Utara (GAPAI Sumut), Uztaz Zulkarnain, Kamis (1/12/2016).

Baca: Partai Politik Diminta Tak Perkeruh Aksi 212

Ia mengatakan, kalau pun ada pelarangan, tentu lokasi Masjid Agung tidak dapat menampung jumlah massa yang begitu besar. Makanya, kata Zulkarnain, tetap ada masyarakat yang menunaikan salat Jumat di jalan.

"Masjid Agung itu hanya mampu menampung 1500 orang. Sementara besok jumlah massa akan lebih dari segitu," katanya.

Agar aksi berjalan lancar, Zulkarnain mengimbau kepada peserta aksi untuk tertib. Tujuan aksi tetap satu, yakni penjarakan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut serta dalam aksi ini. Silahkan datang dan sama-sama melakukan aksi damai ini," katanya.(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved