Beredar Video Tenda Roboh, Awan Gelap dan Angin Kencang di Aksi 412

Aksi Kita Indonesia yang berlangsung di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat dianggap untuk menyempurnakan aksi 2 Desember.

Editor: Muhammad Tazli

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah video yang menunjukkan situasi aksi 4 Desember di Jakarta dalam keadaan mendung dan angin kencang.

Video yang diunggah ke Youtube dengan judul: Allahu Akbar! Aksi Parade 412 Dihantam Angin Puting Beliung ini memperlihatkan sampah beterbangan dihantam angin yang berputar-putar dan langit terlihat gelap.

Orang-orang berjalan dari beberapa di antara mereka membawa bendera merah putih.

Tidak hanya itu, pohon-pohon besar bergoyang dan suara deru angin terdengar jelas di video.

Tenda putih yang bersusun terbang diterpa angin, nyaris menimpa seorang pria. Untungnya ia berhasil menghindar.

SYAK WASANGKA2
FOTO udara aksi 'Kita Indonesia', di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

Baca: Apakah Kasus Ahok Penuhi Unsur Penistaan Agama? Ini Tanggapan Otto Hasibuan

Sebelumnya, Aksi Kita Indonesia yang berlangsung di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat dianggap untuk menyempurnakan aksi 2 Desember.

"Kita mau menyempurnakan aksi itu," ucap Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung saat dihubungi Minggu (4/12/2016).

Baca: 212-412: Antara Nurani dan Industri Politik Syak Wasangka

Penyempurnaan yang dimaksud Martin yakni dengan menunjukkan keberagaman Indonesia.

Aksi 4 Desember diikuti berbagai suku, agama, dan golongan.

Martin memuji aksi 2 Desember yang berlangsung damai dan aman.

Dia membantah aksi 4 Desember ini, merupakan aksi tandingan 2 Desember.

"Secara jelas kita beri apresiasi kepada aksi 2 Desember yang berlangsung damai, aman, dan menunjukan Indonesia damai," ucap Martin.

Berbagai macam kesenian dan kebudayaan ditampilkan, saat acara Kita Indonesia yang diinisiasi partai politik pendukung Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

HMI Sebut Benderanya Dicuri

Bendera HMI yang sempat berkibar dalam aksi "Kita Indonesia" Minggu (4/12/2016) adalah bendera milik sekretariat.

Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI), Mulyadi P Tamsir mengatakan bendera yang terlihat di Bundaran HI diambil tanpa seizin dari pengurus PB-HMI.

 

"Benar itu bendera dari PB-HMI. Tapi bendera kami dicuri dan tanpa seizin pemiliknya," jelas Mulyadi di Sekretariat PB-HMI, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

PB-HMI, kata Mulyadi, tidak pernah menginstruksikan kadernya untuk mengikuti acara itu.

Apalagi acara "Kita Indonesia" diinisiasi partai politik.

"Kami tidak pernah terafiliasi dengan partai politik dan saya tidak pernah untuk menginstruksikan mengikuti acara itu," tambahnya.

HMI juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas adanya atribut mereka dalam aksi "Kita Indonesia".

Terlebih jika mereka merasa terganggu dengan berkibarnya bendera HMI di Bundaran HI.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved