Breaking News:

Dialah Salomo Fedricho Purba, Bersaing dengan Pelukis Senior di Pameran Sumatera Biennale 2016

Fedricho menuturkan untuk mengikuti pameran ini, ia terlebih dahulu mengikuti proses seleksi yang ketat.

ist
Salomo Fedricho Purba 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan (Unimed), Salomo Fedricho Purba menjadi satu-satunya perwakilan Sumut dalam Pameran Seni Rupa bertajuk Simpul Sumatera Biennale 2016 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 19-24 November lalu di Taman Budaya Jambi.

Fedricho menuturkan untuk mengikuti pameran ini, ia terlebih dahulu mengikuti proses seleksi yang ketat.

Baca: Lukisan Ciamik Pria Tanpa Lengan Bawah Ini Dibanderol Rp 60 Juta

Dua lukisannya berjudul Tirani Bona Pasogit, dan Penjaga Kewarasan masuk dalam tahap seleksi. Namun panitia, hanya memilih Penjaga Kewarasan untuk mengikuti pameran Simpul Sumatera Biennale 2016.

"Saya mendaftarkan dua lukisan pada September lalu, dan hanya satu yang dinyatakan lolos. Ini kebanggan karena ternyata hanya saya dari Sumut," sebut Fedricho di Lapangan Merdeka, Medan, Senin (5/11/2016).

Lukisan Penjaga Kewarasan karya Salomo Fedricho Purba.
Lukisan Penjaga Kewarasan karya Salomo Fedricho Purba.

Pameran seni rupa ini diikuti 62 lukisan dan patung. Ia menyebutkan, di sana ia sempat merasa kurang percaya diri pascamelihat karya-karya dari pelaku seni rupa senior.

"Saya sampai minder, para pelaku seni rupa hebat Sumatera, seperti Susanto dan Lampung, Alhendara dari Jambi, Dedi Yunizar dari Kepulauan Riau ikut dalam pameran ini," sambungnya.

Lolos dan masuk dalam pameran Simpul Sumatera Biennale 2016 merupakan pembelajaran besar bagi Fedricho.

Proses pemberangkatan ke Jambi juga tidak terbilang mudah. Fedricho meminta bantuan dana dari teman dan beberapa dosennya.

Baca: NEWS VIDEO: Pameran Karya Busana Berbahan Ulos Kreasi Mahasiswa Unimed

"Saya tidak mendapatkan bantuan dari universitas. Seluruh biaya adalah bantuan dari teman-teman dan dosen. Saya kumpulin untuk ongkos dan makan selama di sana," sambungnya.

Lukisan Penjaga Kewarasan yang ia bawa dalam pameran ini menggambarkan konsistensi dalam penjagaan lingkungan dan budaya.

Ia menjelaskan, bahwa lukisannya sempat mendapat tawaran Rp 7 juta, namun terpaksa ia tolak. Fedricho berencana melaksanakan pameran tunggal pada Maret 2017 mendatang.

"Lagi mencicil karya untuk pameran tunggal, sudah ada 15 lukisan target pemeran nanti akan ada 30 lukisan. Saya fokus kepada lukisan mengenai sosial, budaya, dan lingkungan," ujarnya mengakhiri.

(cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved