Disertasi Mengagumkan Ahmad Basarah Diganjar Nilai Cumlaude, Pancasila Tak Bisa Diubah kecuali Makar

"Tidak ada mekanisme hukum apapun yang dapat mengubah Pancasila. Terkecuali melakukan revolusi, dan membubarKan negara,"

Disertasi Mengagumkan Ahmad Basarah Diganjar Nilai Cumlaude, Pancasila Tak Bisa Diubah kecuali Makar
ISTIMEWA
Ketua Fraksi MPR RI PDI Perjuangan Ahmad Basarah. (ISTIMEWA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Tidak ada mekanisme hukum apapun yang dapat mengubah Pancasila. Terkecuali melakukan revolusi, dan membubarKan negara, atau dengan cara makar. Demikian poin utama dan mendasar yang disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Ahmad Basarah pada sidang Promosi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro (Undip), Sabtu (10/12/2016).

Ahmad Basarah bilang kewenangan MPR menurut Pasal 3 ayat (1) UUD 1945 hanyalah mengubah dan menetapkan UUD, sementara kedudukan Pancasila berada di atas Undang-undang Dasar (UUD).

Pancasila merupakan norma dasar atau grundnorm yang tidak dapat diubah.

Ciri grundnorm adalah dalam konteks terjadinya, ditentukan oleh pembentuk negara pertama kalinya sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara.

"Dalam hal isinya, memuat dasar-dasar negara yang dibentuk, cita-cita kerohanian, cita-cita politik dan cita-cita negara lainnya dan memuat ketentuan yang memberikan bentuk pada hukum positif," kata Basarah.

Baca Juga: Jokowi: Hari Lahir Pancasila, 1 Juni Jadi Hari Libur

“Dengan ciri Pancasila yang tidak dapat diubah tersebut, maka mengganti dasar dan ideologi Pancasila berarti sama dengan membubarkan negara proklamasi 17 Agustus 1945,” lanjutnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan ini juga menemukan, posisi serta kedudukan hukum Pancasila bukanlah terletak di dalam Pembukaan UUD 1945.

Karena hal itu berarti menempatkan posisi Pancasila bukan hanya sejajar dengan UUD 1945. Akan tetapi, justru menjadi bagian dari UUD.

Padahal menurutnya, posisi dan kedudukan hukum Pancasila adalah sebagai norma dasar yang sifatnya meta legal dan berada di atas UUD.

Dalam paparannya di hadapan sembilan penguji, Basarah menjawab perihal pandangan yang selama ini mengatakan bahwa Pancasila lahir pada tanggal 18 Agustus 1945. Karena Pancasila ditempatkan dalam pembukaan UUD 1945, adalah pandangan tidak tepat.

Halaman
12
Penulis: Randy P.F Hutagaol
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved