Sidang Ahok

Ini Rupanya Alasan Ahok Menangis Saat Bacakan Nota Keberatan

"Kok sekarang saya duduk sebagai terdakwa, disidang dengan tuduhan menista agama Islam yang Bapak saya hormati, menista agama Islam yang Ayah angkat"

Ini Rupanya Alasan Ahok Menangis Saat Bacakan Nota Keberatan
TRIBUNNEWS/CNN INDONESIA/SAFIR MAKKI/POOL
SIDANG AHOK - Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok mengikuti persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Ahok diajukan ke pengadilan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya dalam satu acara di Kepulauan Seribu, September 2016. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan alasannya menangis saat membacakan nota keberatan (eksepsi) dalam sidang perdana dugaan kasus penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Ahok menuturkan, kemarin merupakan hari kematian ayahnya 19 tahun yang lalu.

"Persis 19 tahun ayah saya meninggal, persis tanggalnya," ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).

Baca: Kena Pasal Penodaan Agama, Ahok Ajukan Nota Keberatan

Ahok teringat bahwa ayahnya adalah orang yang menghormati umat muslim. Keluarga angkatnya juga beragama Islam.

Dia juga ingat ajaran Islam bahwa orangtua akan menangis di kuburan apabila anaknya menyakiti menista orangtua.

"Makanya saya teringat bagaimana ayah saya begitu baik sama orang muslim, membantu Islam begitu banyak, dengan Ayah angkat saya, kok sekarang saya duduk sebagai terdakwa, disidang dengan tuduhan menista agama Islam yang Bapak saya hormati, menista agama Islam yang Ayah angkat saya," paparnya.

Selain itu, Ahok juga menceritakan ayahnya yang menyuruh dia datang saat ayah angkatnya meninggal. Kala itu, Ahok yang masih muda memiliki rasa malas. Namun, ayah Ahok tetap menyuruhnya datang. Akhirnya dia pun menuruti perintah ayahnya.

"Makanya waktu kemarin saya teringat omongan Bapak saya (soal) persaudaraan itu, pas Bapak saya juga meninggal kemarin di 19 tahun yang lalu," ucap Ahok. (*)

Editor: akb lama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved